Alumni GMNI Pengusung Ide Bung Karno Dukung Anies - Cak Imin
Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI menyatakan dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan – Cak Imin atau AMIN. Dukungan disampaikan saat beberapa alumni GMNI berkunjung ke rumah dinas cawapres Muhaimin Iskandar Jumat (24/11).
“Kalau berbicara masalah alumni GMNI itu kan diharuskan ke yang sebelah, tapi kami Forum Alumni GMNI bertekad akan memenangkan AMIN dalam satu putaran,” kata Ketua Forum Alumni GMNI, Ajat Sudrajat, di rumah dinas Cak Imin, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Jumat (24/11).
GMNI merupakan organisasi nasionalis berlandaskan asas Marhaenisme yang merupakan ajaran Bung Karno. Berdiri sejak 1953, banyak tokoh nasional yang lahir dari GMNI. Beberapa di antaranya ialah Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Mantan Ketua KPK Antasari Azhar, hingga calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo.
Ajat menyatakan jaringannya di seluruh Indonesia sudah siap bergerak kemanapun. Dia berharap, AMIN bisa membawa kebesaran bangsa dan mewujudkan cita-cita Soekarno yakni Indonesia sebagai mercusuar dunia.
Dalam silaturahmi ini, turut hadir Dewan Ahli Forum Alumni GMNI Muhammad. Ia menjelaskan ada tiga poin penting dalam pertemuannya dengan Cak Imin siang ini. Pertama, mereka berbagi ide terkait bagaimana kebangkitan bangsa ke arah yang lebih baik. Kedua, GMNI memberi pandangan bagaimana akselerasi Indonesia agar menjadi negara ekonomi terkuat keempat dunia.
“Kemudian yang ketiga, kami tentu berharap agenda perubahan ke depan itu tetap memperhatikan hal yang sudah baik selama ini. Kemudian, dikembangkan menjadi lebih baik,” kata Muhammad.
Salah satu alumni GMNI, Sakuntala Dewi, menyatakan tujuan dan harapan GMNI adalah agar Indonesia merdeka. Merdeka yang ia maksud adalah kesejahteraan seluruh masyarakat. “Mudah-mudahan, dengan diaminkan dan diiringi oleh hujan yang berkah ini, Cak Imin dan Bung Anies bisa menjadi presiden dan membawa Indonesia lebih maju ke depan,” ujarnya.
Cak Imin selaku tuan rumah mengaku bersyukur atas dukungan alumni GMNI berbagai angkatan, terutama GMNI Jakarta. Ia menyatakan, GMNI akan bergerak di jaringannya yang ada di seluruh Indonesia
“Kami berharap dukungan mereka untuk tujuan yang sama: cita-cita Indonesia yang berubah menjadi lebih baik,” kata calon wakil presiden itu.
Buku GMNI dan HMI dalam Politik Kekuasaan karya Syamsuddin Rajab dan Ade Reza Haryadi menulis, GMNI bertujuan menyatukan pihak yang sekubu dengan Bung Karno. Bila melihat sejarah, Bung Karno sendiri mendukung Kongres Pertama GMNI pada 23 Maret 1954.
Melansir anggaran dasar/anggaran rumah tangga GMNI, organisasi ini tidak berafiliasi pada satu kekuatan politik manapun. Kendati demikian, anggota dibebaskan menyalurkan aspirasi politik pada kekuatan sosial manapun.