WEGE Rampungkan Proyek Gedung Multi Hazard Early Warning System BMKG
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merampungkan pembangunan Gedung Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS (Indonesia Multi Hazard Early Warning System) di kantor pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta. Proyek strategis nasional ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas mitigasi bencana di Indonesia.
Sistem Ina-MHEWS dirancang khusus untuk memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat demi menunjang keselamatan, serta menjadi acuan dalam mitigasi dan evakuasi sebelum tsunami mencapai daratan. Cakupan sensor Ina-MHEWS juga akan memberikan manfaat internasional, mencakup kawasan ASEAN, sekitar Samudera Hindia, Pasifik Barat Daya, dan Laut Cina Selatan.
"Peresmian Gedung Ina-MHEWS menandai langkah strategis dalam memperkuat sistem peringatan dini multi-bahaya di Indonesia. Dilengkapi teknologi mutakhir dan real time, gedung ini memungkinkan BMKG menyampaikan informasi kebencanaan secara lebih cepat, akurat, dan luas demi keselamatan masyarakat," ujar Plt Kepala BMKG Dwikorita Ratnawati, dalam keterangan resmi, Senin (21/7).
Proyek ini berlokas di Kantor BMKG Pusat Jakarta, di Jl. Angkasa 1 Nomor 2 Kemayoran, Jakarta Pusat. Gedung ini dirancang sebagai pusat data dan perkantoran BMKG. Struktur bangunan terdiri atas sembilan lantai dan dua basement, dengan total luas bangunan 8.679,88 m2.
Pembangunan proyek ini merupakan bagian dari proyek Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS Gedung Jakarta dan Bali, dengan nilai kontrak sebesar Rp 207,9 miliar dan adendum terakhir mencapai Rp 252,7 miliar.
Tahan Gempa hingga 2.500 Tahun
WEGE sebagai kontraktor pelaksana, menyebut gedung tersebut memiliki kekhususan berupa penggunaan Base Isolator Type Friction Pendulum yang pertama untuk gedung data center di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan gedung tahan terhadap gempa bumi dan dirancang untuk menahan periode gempa hingga 2.500 tahun.
Pemasangan friction pendulum dilakukan dengan sistem jacking pada bangunan setelah pekerjaan struktur selesai. Total ada 23 titik pemasangan.
Teknologi ini sangat krusial mengingat ukuran gedung yang besar dan kondisi tanah di Jakarta yang lunak. Selain itu, keistimewaan gedung ini juga terletak pada layar selebar 30 meter di lantai empat dan enam yang secara komprehensif memonitor 24 saluran secara bersamaan. Hal tersebut memungkinkan pemantauan dilakukan secara maksimal.
"Kami bangga menjadi bagian dari proyek monumental ini, yang tidak hanya menegaskan kompetensi WEGE dalam konstruksi bangunan berteknologi tinggi, tetapi juga berkontribusi pada sistem peringatan dini bencana yang lebih andal bagi Indonesia," ujar Hadian Pramudita, Direktur Utama WEGE.
Sementara itu, Bagus Tri Setyana, Direktur Operasi I WEGE, mengatakan penerapan Base Isolator Type Friction Pendulum menjadikan gedung ini sebagai gedung pertama di Indonesia yang mengaplikasikan teknologi tersebut untuk data center.
Peresmian gedung BMKG Jakarta ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas BMKG dalam menyediakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang akurat dan cepat, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.