Kepala BNN Risau Narkotika Paket Hemat Menjamur ke Pedesaan

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Marthinus Hukom memberikan keterangan pada konferensi pers pengungkapan kasus narkotika periode Juni-Juli 2025 di Kantor Pusat BNN, Jakarta Timur, Rabu (30/7/2025).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Yuliawati
22/8/2025, 12.50 WIB

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom mengungkapkan peredaran narkotika kini juga menyasar masyarakat di pedesaan.

"Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar masyarakat perkotaan, tapi telah meluas dan merambah ke pedesaan," kata Marthinus dalam konferensi pers di kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat (22/8).

Jenderal bintang tiga ini mengatakan peredaran narkotika yang meluas di pedesaan dibuat menyesuaikan kemampuan daya beli masyarakat di sana. Kemasannya dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dijangkau masyarakat pedesaan.

"Dalam bentuk narkoba paket hemat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daya beli masyarakat pedesaan," kata Marthinus.

Daya beli masyarakat pedesaan memang jauh di bawah masyarakat perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di daerah perdesaan Rp 1.162.944 dalam sebulan. Sedangkan rata-rata total pengeluaran per kapita di DKI Jakarta sebesar Rp4.446.770 dalam sebulan.

Maraknya peredaran narkotika di daerah, menurut Marthinus, sebagai suatu ancaman yang mengganggu keamanan.

"Peredaran gelap narkoba yang menyasar sampai ke pelosok-pelosok desa merupakan suatu bentuk ancaman dan gangguan keamanan bagi manusia," kata dia.


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman