SPAI Akan Turun Aksi Setelah Mengantarkan Jenazah Affan ke Pemakaman Karet Bivak

ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (21/7/2025).
Penulis: Karunia Putri
29/8/2025, 10.04 WIB

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menyatakan organisasinya akan bergabung dengan massa aksi ojek online (ojol) menuju Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Jumat (29/8) siang. Sebelum melakukan hal itu, SPAI akan mengantarkan jenazah Affan Kurniawan, pengembudi ojol yang tewas tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, untuk dimakamkan di TPU Karet Bivak sekitar pukul 10.00 WIB.

“Setelah pemakaman kita akan ketemu dengan kawan-kawan untuk menentukan titik kumpul di mana,” kata Lily ketika dihubungi Katadata, Jumat (29/8). Ia menyebutkan ada sekitar 500 anggota SPAI yang bersiap turun ke jalan, dan jumlah itu diperkirakan terus bertambah.

SPAI mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian yang menyebabkan satu pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, tewas setelah dilindas mobil rantis di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Selain Affan, seorang pengemudi lain, Moh Umar Amarudin, dilaporkan mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan.

SPAI Tuntut Kapolri Mundur

Lily menegaskan, SPAI akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, tindakan represif aparat merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin undang-undang.

“Ini kegagalan Kapolri. Kami menuntut Kapolri mundur. Intinya pemecatan atau pengunduran diri. Selain itu, polisi yang terlibat dalam aksi pelindasan ini juga harus diproses secara hukum dan transparan, tidak boleh ditutup-tutupi,” ujarnya.

SPAI menegaskan akan menggelar aksi lanjutan bila tidak ada keputusan tegas dari pemerintah maupun Polri. 

“Kami akan terus aksi sampai pemerintah benar-benar mendengar. Karena ini sudah termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat,” kata Lily.

Dalam pernyataan resminya, SPAI menyampaikan dua tuntutan. Pertama, agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera menghentikan tindakan represif agar tidak ada lagi korban yang jatuh. Kedua, meminta Kapolri bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka.

Selain itu, SPAI menyerukan agar seluruh pengemudi ojol bersatu dan merapatkan barisan untuk mengawal kasus ini hingga selesai secara adil. SPAI juga meminta dukungan masyarakat dalam memantau perkembangan agar kekerasan serupa tidak terulang kembali.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri