Kapolri Ditanya soal Dugaan Riza Chalid di Balik Kerusuhan: Kami Cari Aktornya

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) didampingi keluarga korban pengemudi ojek online yang meninggal terlindas mobil rantis Brimob memberikan keterangan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Penulis: Desy Setyowati
2/9/2025, 07.32 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepolisian bergerak sesuai bukti yang dikumpulkan. Hal ini merespons pertanyaan mengenai dugaan andil pengusaha minyak Riza Chalid dibalik aksi demonstrasi berujung ricuh di beberapa kota di Indonesia sejak Kamis (28/8).

“Tentu, Polri akan bergerak sesuai bukti-bukti di lapangan. Kami akan menarik (kesimpulan) dari fakta yang didapat. Kami akan mencari, baik pelaku di lapangan, aktor maupun siapa yang membiayai. Semua bakal kami cari tahu,” kata Listyo saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai dugaan keterlibatan Riza Chalid, ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin sore (1/9).

Kapolri mengatakan ada beberapa orang yang dicurigai sebagai perusuh telah ditangkap oleh kepolisian. Namun, untuk jumlah resminya, Polri masih mendata.

"Sudah lumayan banyak (yang ditangkap), tetapi belum kami himpun. Ada beberapa yang sudah ditangkap, namun karena masih terus bertambah, akan kami informasikan secara resmi," Listyo Sigit menambahkan.

Jurnalis bertanya mengenai dugaan Riza Chalid di balik aksi demonstrasi berujung ricuh, karena unggahan beberapa menteri. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono misalnya, menyebut nama pengusaha minyak ini.

“Tidak pernah ada pendahulu yang berani melawan mafia migas. Tidak pernah ada pendahulu berani membongkar mafia Riza Chalid dan anak-anak dan kroni-kroninya. Bahkan mereka bersama orang-orang itu mencuri kekayaan negara," kata Wahyu Trenggono melalui akun Instagram pribadi, pada Senin (1/9).

Begitu juga dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding dan Ketua DPP PAN Zita Anjani yang menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata.

Mohammad Riza Chalid selaku beneficial owner PT Orbit Terminal Merak, ditetapkan sebagai salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS pada 2018 – 2023.

Selain itu, Riza Chalid ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU dari tindak pidana asal kasus korupsi tersebut.

Pada 4 Agustus, penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Kejagung menyita sejumlah uang tunai dan lima mobil mewah dalam penggeledahan di tiga tempat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan barang-barang itu disita dari pihak yang terafiliasi dengan Riza Chalid. Pihak yang dimaksud diduga adalah IP.

IP sudah dipanggil oleh penyidik untuk diperiksa sebagai saksi. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak hadir sehingga dilakukan penggeledahan.

"Dari penggeledahan ini, kami mendapatkan barang-barang bukti yang diduga oleh penyidik ada kaitannya dengan kepemilikan atas nama tersangka MRC," kata dia.

Penyidik Jampidsus, lanjut Anang, saat ini juga tengah melakukan pengembangan untuk mencari aset-aset lain yang dimiliki Riza Chalid.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara