Menko Muhaimin Tanggapi Bunuh Diri Siswa di NTT, Minta Pemda Responsif
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar merespons insiden bunuh diri seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Ia mengatakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat harus lebih responsif dan terbuka terhadap kondisi anak-anak dan keluarga dengan beban ekonomi tertentu. Muhaimin juga meminta Pemda dan masyarakat cepat menangkap setiap kebutuhan masyarakat sehingga tragedi serupa tidak terulang.
“Apabila memang membutuhkan bantuan alat tulis, bantuan apapun, harus segera disampaikan. Jangan sampai beban ekonomi tidak tersampaikan kepada para pejabat ataupun tokoh masyarakat,” kata Muhaimin di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (4/2).
Muhaimin berharap kasus serupa tidak boleh terulang di masa depan. Ia meminta masyarakat untuk segera menyampaikan setiap masalah, baik terkait ekonomi, utang, kebutuhan pendidikan, maupun alat tulis.
“Sampaikan kepada pemerintah. Kami akan bertindak cepat,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan kasus bunuh diri siswa di Ngada menjadi perhatian serius karena masih ada anak-anak di Indonesia yang mengalami tekanan berat.
Menurut Cucun, kejadian ini menunjukkan pentingnya interaksi yang dekat dan saling memahami antara guru dan murid, terutama di tengah kondisi ekonomi dan kemungkinan adanya tekanan lain seperti perundungan.
“Masih ada di negara kita hanya karena permasalahan kecil, makanya penting nanti dalam Undang-Undang Sisdiknas, interaksi guru dengan murid itu sebetul-betul tahu ya,” kata Cucun pada kesempatan serupa.
Ia berharap agar pimpinan Komisi X DPR untuk segera menelusuri kasus ini dan memastikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah siap melakukan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengirim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga, khususnya orang tua dari siswa kelas IV SD yang bunuh diri karena tak dibelikan buku dan pensil.
Konseling dan pendampingan akan dilakukan tim mulai Rabu (4/2) sampai dengan Minggu (8/2) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada. Terkait motif korban memilih cara bunuh diri dengan gantung diri, diakui Kapolda NTT karena masalah ekonomi.
"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Kapolda NTT, sebagaimana diberitakan Antara pada Rabu (4/2).
Namun informasi awal, hasil olah TKP dan laporan awal bahwa tindakan korban karena masalah ekonomi. Sebelumnya korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh, Kamis (29/1). Korban yang juga siswa kelas IV Sekolah Dasar itu ditemukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.