PM Australia Bertemu Prabowo di Istana, Disambut Tarian NTT
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenergaraan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (6/2). Albanese tiba di Istana sekitar pukul 09.00 WIB dengan iringan tarian Naikonos dari Nusa Tenggara Timur.
Kedatangan Albanese disambut langsung oleh Presiden Prabowo di serambi kanan Istana sebelum berjalan bersama memasuki ruang pertemuan.
Prabowo mengawali perbincangan dengan menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut kedatangan Albanese di Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu malam kemarin.
"Saya mohon maaf tidak menjemput Anda di bandara, karena saya ada pertemuan di Istana," kata Prabowo.
Albanese tidak mempersoalkan hal tersebut. Ia menyatakan Indonesia merupakan mitra dekat Australia, baik sebagai tetangga maupun negara sahabat. "Itu menunjukkan betapa dekatnya hubungan kita," ujarnya. Keduanya melanjutkan agenda dengan pembahasan bilateral tertutup.
Dalam pertemuan kali ini, Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Turut serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel (Letkol) Teddy Indra Wijaya.
Sementara itu, rombongan yang dibawa oleh Albanese antara lain Menteri Luar Negeri Penny Wong, Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier.
Kunjungan ini merupakan lawatan dinas kelima Albanese ke Indonesia selama menjabat sebagai PM. Sebelumnya, ia juga melangsungkan kegiatan serupa pada 15 Mei tahun lalu.
Saat itu, salah satu topik yang dibahas yakni membuka peluang Indonesia meningkatkan porsi impor litium dari Australia untuk proyek baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).