Gereja Katedral Jakarta Maknai Kenaikan Yesus Kristus dengan Tiga Pesan Utama
Gereja Katedral Jakarta merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus dengan tiga petikan makna pada hari ini, Kamis (14/5).
Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus mengatakan makna pertama adalah Kenaikan Yesus Kristus sebagai waktu pemurnian. Sebab, Yesus telah memberikan wejangan, nasehat, dan kasih kepada muridnya saat menampakkan diri selama 40 hari.
"Ada waktu pemurnian supaya para murid itu siap untuk diutus. Ternyata masih butuh waktu untuk itu ya," kata Romo Yohanes dalam konferensi pers di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (14/5).
Kedua, kenaikan Yesus Kristus dimaknai sebagai kompas yang membimbing hati manusia dengan mengutus Roh Kudus. Romo Yohanes mengatakan manusia yang sudah kehilangan hati nurani pada keadilan dan kemanusiaan sudah tidak mendengarkan dorongan Roh Kudus.
Terakhir, kenaikan Yesus Kristus dimaknai untuk mewartakan kabar sukacita. Sebab, Yesus Kristus mengutus para muridnya untuk melakukan apa yang sudah dirinya lakukan di dunia, yakni perutusan atau menyampaikan kabar sukacita.
Romo Yohanes menyampaikan penyampaian kabar sukacita dapat dilakukan setidaknya dengan dua kegiatan, yakni tidak berperilaku keras dan mencintai orang-orang kecil.
"Dengan demikian, Tuhan Yesus mengutus kita semua juga, terutama umat Katolik yang beriman pada Yesus Kristus untuk melanjutkan tugas yang Yesus lakukan," katanya.
Pada 2026, peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Berdasarkan SKB 3 Menteri, pemerintah juga menetapkan hari tersebut sebagai libur nasional, disusul cuti bersama pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kenaikan Yesus Kristus merupakan peristiwa penting yang memiliki makna teologis mendalam bagi umat Kristiani. Dalam ajaran Kristen, Yesus dipercaya naik ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya dari kematian.