Prabowo - Megawati Bergandengan Tangan, PDIP Apresiasi Sambutan Hangat di Istana

ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6).
1/6/2026, 18.15 WIB

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi momentum membahas berbagai isu strategis terkait arah masa depan bangsa dan negara.

Hasto menyampaikan harapan tersebut usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

"Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan," kata Hasto.

Menurut dia, hubungan Prabowo dan Megawati selama ini terjalin baik serta dilandasi komitmen yang sama untuk menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 Presiden Prabowo dan Megawati menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).

Prabowo Megawati Bergandengan Tangan

Usai upacara, keduanya tampak meninggalkan lokasi kegiatan sambil tersenyum dan bergandengan tangan sebagaimana terlihat dalam siaran daring.

"PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila," ujar Hasto.

Menurut dia, kehangatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa.

 Hasto menilai komunikasi, rasa hormat, dan hubungan baik antara kedua tokoh bangsa tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan nasional.

"Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia," katanya.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo, mulai dari persoalan ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan, hingga masalah sosial.

Menurut Hasto, sebagian persoalan tersebut merupakan akumulasi masalah yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir sehingga membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk mencari solusi. 

 Hasto mengatakan akumulasi yang dimaksud adalah persoalan dan warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya, khususnya pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"PDI Perjuangan memandang penting adanya objektivitas dalam melihat situasi nasional. Karena itu dibutuhkan semangat persatuan nasional dan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk membantu pemerintah mencari solusi terbaik," ujarnya.

Hasto menambahkan semangat Hari Lahir Pancasila perlu menjadi momentum untuk memperkuat dialog kebangsaan, mempererat persaudaraan antarkomponen bangsa, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.

"Pancasila mengajarkan kita untuk membangun persatuan dalam keberagaman. Dalam semangat itulah hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati harus dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan," kata Hasto.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.