Deret Kegiatan Prabowo Pakai Dana Pribadi: Lawatan Luar Negeri hingga MBG

ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/app/YU
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) melambaikan tangan saat bertemu di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026).
2/6/2026, 15.37 WIB

Presiden Prabowo Subianto beberapa kali menggunakan kocek pribadi untuk membiayai program-program pemerintahan. Dana tersebut antara lain digunakan untuk membiayai tahap awal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyelenggaraan retreat Kabinet Merah Putih di Magelang, serta menanggung berbagai biaya tambahan di luar anggaran negara selama kunjungan luar negeri.

Langkah teranyar Prabowo itu disebut berlaku saat presiden melangsungkan lawatan dinas luar negeri. Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya menyampaikan seluruh biaya tambahan di luar anggaran negara dalam perjalanan luar negeri presiden, kata Teddy, ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.

Teddy menyampaikan hal itu ketika menyampaikan tanggapan atas masukan dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal yang menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai kepala negara.

"Masalah biaya bila ke luar negeri ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy dalam keterangan video yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6).

Inisiatif serupa juga sebelumnya terjadi saat pelaksanaan awal MBG. Saat itu, biaya program MBG di sejumlah wilayah masih menggunakan dana pribadi Prabowo. Salah satu daerah tersebut yakni Kendari, Sulawesi Tenggara.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, pada 6 Januari 2025 lalu. Hasan mengatakan, setelah dana pribadi presiden terpakai seluruhnya, pemerintah segera menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang disalurkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp 71 triliun.

"Yang di Kendari memang masih punya sisa anggaran uji coba dari yang diberikan oleh Pak Prabowo sebelumnya. Jadi mereka masih menggunakan dana yang itu," kata Hasan kepada wartawan, Senin (6/1/2025).

Adapun MBG telah berjalan sejak 6 Januari 2025 dengan target penyaluran total sasaran penerima 82,9 juta orang.

Selain dua hal di atas, Prabowo juga disebut merogoh kantong pribadi untuk membiayai pelaksanaan retreat Kabinet Merah Putih yang berlangsung 24-27 Oktober 2024 di Magelang. Kabar itu pertama kali diungkap oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding.

Kabar dari Karding ramai diperbincangkan lantaran dianggap berbeda dari kebiasaan kegiatan negara yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kabar itu kemudian ditanggapi oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi.

Hasan mengatakan seluruh rangkaian aktivitas pembekalan para menteri dan wakil menteri itu sudah dipersiapkan sejak 1 bulan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober lalu. Atas alasan itulah menurut Hasan kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Sekretariat Negara.

“Beliau tidak mungkin menggunakan dukungan dari Kementerian Pertahanan karena ini bukan untuk kegiatan kementerian pertahanan,” kata Hasan lewat keterangan video kepada wartawan, Senin (28/10/2024).

Lebih jauh ia mengatakan, selama masa persiapan itu, Prabowo juga belum bisa menggunakan dukungan dari Sekretariat Negara. Prabowo baru resmi menjabat Presiden setelah dilantik pada 20 Oktober 2024.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu