Prabowo Terima Presiden Belarus Lukashenko, Bahas Perdagangan dan Pasokan Pupuk

Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
2/7/2026, 12.14 WIB

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (2/7). Seremoni penyambutan Lukashenko diiringi dengan pertunjukan tari Burung Enggang serta upacara militer kenegaraan. 

Tari Enggang asal Kalimantan Timur ini merupakan tarian tradisional suku Dayak Kenyah. Tarian ini sering ditampilkan untuk menyambut tamu sebagai simbol penghormatan,keanggunan, dan keramahan masyarakat Dayak.

Kedua pemimpin akan membahas peluang penguatan kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, investasi, serta kerja sama kemanusiaan.

Pertemuan tersebut juga akan menghasilkan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama. Salah satu dokumen utama yang akan disepakati ialah peta jalan pengembangan kerja sama Belarus-Indonesia pada sektor-sektor prioritas untuk periode 2026–2030.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengatakan salah satu materi pertemuan bilateral nantinya akan membahas soal kerja sama ketahanan pangan, salah satunya mengenai pengadaan bahan baku pupuk. 

"Ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi," kata Sugiono sebelum pertemuan. 

Prabowo Sebelumnya melaksanakan pertemuan dengan Aleksandr Lukashenko pada 15 Juli tahun lalu. Pertemuan saat itu digelar di kediaman Lukashenko, Ozyorny yang terletak di luar ibu kota Belarusk yakni Minks. 

Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan ke Belarus salah satunya membahas potensi peningkatan kerja sama dalam sektor perdagangan komoditas dan pemenuhan kebutuhan pupuk.

“Belarus butuh banyak komoditas dari kita dan kita juga butuh untuk pupuk, potas, dan sebagainya,” kata Prabowo di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu (16/7/2025).

Prabowo menekankan potensi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan komoditas serta pemenuhan kebutuhan pupuk, potas, dan bahan pertanian lainnya, mengingat Belarus membutuhkan komoditas Indonesia dan Indonesia memerlukan pasokan pupuk dari Belarus.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu