Polisi Bantah Peluru Nyasar Memecahkan Kaca Gedung BGN

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Salah satu kaca Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang pecah di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Pihak kepolisian membantah adanya peristiwa penembakan di Kantor BGN dan menyatakan pecahnya kaca bangunan diduga disebabkan tingginya suhu luar ruangan yang memicu pemuaian pada material kaca.
Penulis: Yuliawati
9/7/2026, 16.59 WIB

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung membantah kabar peluru nyasar menyebabkan kaca pecah kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Dia mengatakan kaca pecah bukan karena penembakan, tapi karena suhu ruangan.

Penembakan tersebut menyebabkan satu bidang kaca di lantai dua kantor BGN remuk."Pecahan kaca di gedung BGN diduga karena di perbedaan suhu di luar yang panas dan suhu dalam ruangan yang dingin karena pendingin ruangan," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung dalam keterangan resmi, Kamis (9/7).

Reynold menyampaikan analisis tersebut berasal dari pengelola gedung BGN atas nama Martin. Menurutnya, kaca di gedung tersebut dapat pecah hingga dua kali setahun selama musim kemarau.

Sekitar pukul 14.00 WIB, mobil jingga dengan tulisan INAFIS Polres Metro Jaya tiba di sekitar kawasan Gedung BGN. Inafis merupakan satuan di bawah Badan Reserse Kriminal Kepolisian yang bertugas mengidentifikasi identitas korban dan pelaku kejahatan.

Namun Reynold belum mengumumkan hasil penemuan INAFIS sampai saat ini.

Pecahnya kaca itu sempat membuat para pegawai BGN panik. Tak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief