Prabowo Akui Ada Maling di Program MBG, Minta TNI-Polri Periksa SPPG
Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta perangkat daerah, termasuk TNI dan Polri ikut mengawasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG agar tidak ada penyalahgunaan anggaran negara.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan peresmian lima bendungan yang berlangsung di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok barat, pada Jumat (10/7).
Ia meminta gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa untuk memeriksa seluruh SPPG di wilayah masing-masing. Mereka diminta segera melaporkan temuan masalah kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) atau langsung kepada Presiden.
“Kita mengerti dan kita sadar, banyak juga yang menyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling. Maka saya minta Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, boleh periksa semua dapur MBG,” kata Prabowo sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo juga memerintahkan komandan distrik militer (Dandim), kepala kepolisian resor (Kapolres), hingga kepala kepolisian sektor (Kapolsek) dapat memeriksa operasional SPPG.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu bersedia membuka jalur pelaporan melalui media sosial. Menurut Prabowo, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui TikTok agar pemerintah segera menurunkan tim untuk memeriksa.
“ Gampang, ngomong di Tiktok. Langsung aku kirim tim untuk selesaikan. Tidak usah susah-susah ke nomor telepon ini-itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan SPPG agar tidak mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang diterima anak-anak. Ia mencontohkan pembagian lauk, seperti ayam dan telur, harus dilakukan secara wajar dan tidak dimanipulasi untuk menekan biaya. “Orang kalau mau nyolong, ada saja. Gue heran juga itu,” kata Prabowo.
Prabowo juga meminta sajian telur dalam menu MBG lebih baik disajikan dalam bentuk telur rebus atau telur ceplok dibanding telur dadar. Menurutnya, telur dadar lebih mudah dicampur dengan bahan lain sehingga berpotensi mengurangi porsi gizi yang diterima setiap anak nantinya.
“Satu ayam dipotong 8 atau 10. Paling kecil 12 lah. Jangan pula dipotong 18. Atau 22. Disangka kita enggak ngerti, kan Kelihatan ayamnya kecil. MBG jangan bikin telur dadar. Harus Telur rebus atau ceplok,” ujarnya.