Prabowo Hadirkan Petani Padi dengan Produktivitas 9 Ton di Sidang Tahunan

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bay/kye
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
14/8/2026, 11.26 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penyesuaian kebijakan pupuk dan bantuan teknologi membuat seorang petani padi memiliki produktivitas hingga 9 ton per hektare pada 2025. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata produktivitas padi nasional tahun lalu sekitar 5,32 ton per hektare.

Prabowo menyampaikan petani yang berhasil mencapai tersebut adalah Joko Purnomo asal Ngawi, Jawa Timur. Menurutnya, Joko kini menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Desa Purwosari dan mampu memanen sawahnya lebih dari rata-rata nasional tahun lalu sebanyak 1,3 kali per tahun.

"Ia sekarang mampu memanen sawahnya tiga kali setahun dengan produktivitas sampai 9 ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk sebesar 20% juga ikut memangkas biaya produksinya," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Jumat (14/8).

Prabowo menyampaikan salah satu tujuan pemerintahannya adalah meniadakan rakyat yang lapar di dalam negeri. Sebab, Indonesia merupakan anggota G20 yang notabenenya kelompok negara-negara yang menguasai 80% perekonomian dunia.

Karena itu, Prabowo menekankan bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makannya sendiri. Prabowo menilai capaian yang dialami Joko merupakan akibat pemangkasan aturan penyaluran pupuk yang berbelit-belit.

"Kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah pupuk ini. Walaupun kita tidak menyalahkan siapapun, kita tetap melangkah dengan mencari solusi," ujarnya.

Secara umum, Indonesia tidak memiliki tingkat produktivitas tertinggi di Asia Tenggara. Sebab, Vietnam telah berhasil memiliki produktivitas hingga 6,11 ton per hektare.

Berdasarkan Atlas Big, Indonesia berada di peringkat ke-34 dunia dari sisi produktivitas beras. Adapun negara dengan produktivitas beras tertinggi dimiliki oleh Tajikistan hingga 9,87 ton per hektare dan diikuti Australia sejumlah 9,51 ton per hektare.

Namun Indonesia merupakan negara produsen beras terbesar keempat secara volume yang mencapai 53,98 juta ton pada tahun lalu. Sementara itu, Vietnam berada di posisi ke-5 dengan capaian 43,49 juta ton.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Indonesia pada 2025 mencapai 11,32 juta hektare (ha), naik 12,69% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, volume produksi beras selama tahun lalu sebanyak 34,69 juta ton, bertambah 4,07 juta ton atau 13,29% (yoy).

Berdasarkan provinsi, Jawa Timur tercatat memiliki produksi beras terbanyak, yakni mencapai 6,03 juta ton atau 17,4% dari total produksi nasional selama 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief