Update Gempa NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 38 Orang, Akses Jalan Terputus
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat terdapat 38 korban jiwa akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur berdasarkan pembaruan data hingga 15.00 WIB. BNPB memperkirakan jumlah korban dapat bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih dilakukan.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, pihaknya baru dapat mengidentifikasi 11 jenazah dari seluruh korban jiwa sampai saat ini. Mayoritas korban jiwa ada di Kabupaten Manggarai Timur, NTT atau sejumlah 17 jiwa yang seluruhnya belum dapat diidentifikasi.
"Pasti jumlah korban jiwa dan data-data dampak gempa ini akan bertambah besok. Kami akan mencari informasi supaya data ini lebih baik lagi," kata Suharyanto dalam konferensi pers virtual, Sabtu (15/8).
Suharyanto mencatat, korban jiwa yang sudah teridentifikasi ada di Kabupaten Sikka (tiga orang), Kabupaten Manggarai (enam orang), Kabupaten Ende (satu orang), dan Kabupaten Manggarai Barat (satu orang).
Sementara itu, Suharyanto mencatat jumlah korban luka-luka bertambah menjadi 13 orang dengan rincian 2 jiwa luka berat dan 11 jiwa luka ringan. Sementara itu, jumlah warga yang melakukan evakuasi masih sama atau sekitar 2.000 orang.
Suharyanto mengatakan, mayoritas bangunan yang rusak akibat gempa tersebut adalah rumah warga. Namun, menurut dia, terdapat pula infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, puskesmas, dan jalan utama yang ikut terdampak.
Gempa tersebut membuat beberapa jalan utama di Kabupaten Ende dan Kota Bajawa tertutup longsor. Alhasil, pemerintah menemukan akses ke dua kawasan tersebut masih terputus.
"Jalan-jalan yang terkena longsor itu sudah ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Apakah pembersihan jalan sudah selesai atau belum, saya akan sampaikan setelah tiba di sana besok," katanya.
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mendata lima dari 15 bandara di Pulau Flores terdampak. Namun, seluruh bandara terdampak tersebut masih dapat digunakan oleh maskapai lantaran dampak tersebut tidak merusak landasan pacu dan hanya terjadi pada bangunan terminal.
Sementara itu, dua dari tujuh pelabuhan di Pulau Flores tercatat terdampak, yakni Pelabuhan Ende dan Pelabuhan Maumere. Namun Kemenko PMK tidak menjelaskan lebih lanjut apakah kedua pelabuhan tersebut masih bisa melayani logistik laut atau tidak.
"Besok kami akan bisa memberikan informasi yang lebih rinci dan jelas," katanya.