Prabowo Dapat KTA NU Jadi Anggota Seumur Hidup

ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc.
Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) saat pembukaan di Lapangan Untung Suropati Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
31/8/2026, 12.50 WIB

Presiden Prabowo Subianto menerima kartu tanda anggota (KTA) Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangkaian penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).

Prabowo mengatakan dirinya menerima informasi dari Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bahwa kartu anggota NU miliknya telah selesai dibuat. “Saya dapat telepon beberapa hari lalu berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada. Saya datang karena janji harus dipegang,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menganggap kartu anggota NU sebagai sebuah kehormatan. Ia juga menyoroti status keanggotaan yang tercantum pada kartu tersebut sebagai anggota seumur hidup. Prabowo mengatakan status tersebut menjadi hal yang luar biasa baginya.

“Terima kasih, ini kehormatan besar bagi saya. Ada luar biasa lagi di sini, di bawahnya disebut anggota seumur hidup. Ini luar biasa,” ujarnya.

Prabowo sebelumnya sempat menagih kartu tanda anggota NU kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Yahya.

Momen cair tersebut terjadi saat Prabowo berpidato dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus lalu.

Prabowo mengaku telah lama meminta kartu anggota NU kepada Gus Yahya. Presiden bahkan berseloroh akan kembali menghadiri penutupan Muktamar Ke-35 NU pada 31 Agustus apabila kartu tersebut sudah diberikan.

"Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi, masih utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamarlah. Kalau penutupan tanggal 31, benar ya? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," kata Prabowo, sebagaimana diberitakan oleh Antara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu