7 Cara Hadapi Abu Erupsi Anak Krakatau: Pakai Masker N95, Jangan Menyapu Kering

ANTARA/Desi Purnama Sari
Warga tunjukan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu malam.
Penulis: Karunia Putri
6/9/2026, 10.46 WIB

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar hingga daerah Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung pada Ahad pagi (6/9). Di tengah sebaran itu, sejumlah dokter dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat melakukan tujuh langkah penanganan.

Mulai pemilihan masker yang tepat jika ingin keluar hingga kiat membersihkan debu yang menyebar di rumah. Langkah ini dilakukan untuk menghindari gangguan kesehatan akibat paparan abu. Berikut tujuh langkah yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi abu erupsi Anak Krakatau:

  1. Gunakan Masker dan Kacamata Pelindung

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk melindungi saluran pernapasan dan mata dari partikel abu vulkanik.

Sementra itu, Dokter Kevin Mak melalui akun Instagram, mengatakan pemilihan masker penting karena kemampuan filtrasi setiap jenis masker berbeda. Masker kain, misalnya, memiliki kemampuan filtrasi kurang dari 44%, sedangkan masker bedah sekitar 89-91%. Namun, masker bedah masih memiliki celah kebocoran dari sisi.

Oleh karena itu, Kevin menyarankan penggunaan respirator setara N95 atau KN95 yang memiliki kemampuan filtrasi lebih dari 98%. Masker tersebut sebaiknya dipasang dengan pas dan menutup rapat wajah.

Imbauan serupa disampaikan dokter Tirta Mandira Hudhi. Ia meminta masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan meskipun paparan abu terlihat tipis.

Menurut Tirta, abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan.

"Itu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan pada atas bahkan pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis," kata Tirta dalam unggahan di TikTok pribadinya yang dikutip Ahad (6/9).

2. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

BMKG meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan mendesak.

Kevin juga menyarankan masyarakat menunda aktivitas seperti olahraga lari dan kegiatan di area outdoor selama satu hingga tiga hari ke depan, terutama di wilayah yang mengalami hujan abu cukup aktif.

3. Tutup Pintu dan Jendela

Masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.

Celah ventilasi juga perlu dirapatkan agar abu tidak masuk dan mencemari udara di dalam rumah. Pintu dan jendela sebaiknya tetap tertutup, terutama ketika wilayah tempat tinggal sedang mengalami hujan abu.

4. Jangan Menyapu Abu dalam Keadaan Kering

Kevin dan Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan abu vulkanik dengan cara menyapu dalam kondisi kering.

Abu yang disapu dapat kembali beterbangan dan terhirup. Kevin mengatakan abu vulkanik juga dapat mengandung pecahan batuan dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil dan tajam.

Karena itu, abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Masyarakat dapat menggunakan kain atau alat pel yang lembap dan menghindari menggosok permukaan terlalu keras.

Untuk membersihkan area dalam ruangan, Kevin menyarankan penggunaan vacuum cleaner yang dilengkapi filter. Selama proses pembersihan, masyarakat juga dianjurkan tetap menggunakan masker, kacamata, dan sarung tangan.

Jika abu mengenai wajah, Tirta mengimbau masyarakat tidak langsung menggosoknya. Bersihkan wajah menggunakan sabun pembersih yang sesuai untuk mengurangi risiko goresan akibat partikel abu.

5.Lindungi Kelompok Rentan

BMKG meminta masyarakat memberikan perhatian dan perlindungan lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia serta orang dengan riwayat penyakit pernapasan kronis.

Kelompok tersebut perlu mengurangi paparan abu vulkanik dan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara terdampak.

6. Jaga Asupan Cairan

Kevin mengimbau masyarakat mengonsumsi air yang cukup selama terpapar abu vulkanik.

Menurut dia, dehidrasi dapat membuat mata lebih cepat kering dan tenggorokan terasa tidak nyaman. Ia juga menyebut sejumlah vitamin dan antioksidan yang dapat dikonsumsi, seperti vitamin D, vitamin C non-asam, zinc, atau glutathione.

7. Ikuti Arahan Otoritas

Masyarakat diminta mengikuti informasi dan arahan resmi mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik, zona aman, serta jalur evakuasi.

Informasi tersebut dapat diperoleh dari otoritas terkait, termasuk BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri, Antara