Prabowo Panggil Menkum hingga Mendiktisaintek Bahas Masalah Narkoba
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ke Istana Kepresidenan untuk melakukan rapat hari ini (29/9). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pembahasan rapat kali ini berkaitan dengan pengentasan masalah narkoba.
“Jadi saya diminta membawa salah satu dosen, peneliti yang kaitannya dengan narkoba, ketergantungannya, dan seterusnya,” kata Brian saat ditemui di Istana Kepresidenan Selasa (29/9).
Dia menyampaikan seluruh hasil-hasil penelitian yang sudah dikembangkan di kampus akan disinergikan dengan berbagai kebutuhan, baik untuk Badan Narkotika Nasional (BNN), kebutuhan terapi, ataupun Kementerian Kesehatan. Kendati demikian, Brian enggan menyebutkan siapa saja nama peneliti yang hari ini melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Selain Brian, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala BNN Suyudi Ario Seto.
Tak hanya pertemuan, dalam kesempatan tersebut Brian juga menanggapi terkait rokok elektrik (vape) yang mengandung narkoba.
“Semua hal yang berkaitan dengan narkoba, apapun teknologinya, untuk mendeteksinya, penyembuhannya, ataupun pemanfaatannya nanti saya laporkan setelah ini,” ujarnya.
Kasus Narkoba dalam Vape
Salah satu kasus penyalahgunaan narkoba vape mengandung etomidate yang terbaru dilakukan selebgram Julia Prastini (JP) atau dikenal dengan Jule. Polisi menyebut jaringan ini meraup keuntungan sekitar Rp700.000 per cartridge melalui pemasaran dari mulut ke mulut.
Pengungkapan kasus ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya. Dalam rangkaian penyidikan, polisi mengamankan empat orang, yakni dua perempuan berinisial RR dan RN, warga negara asing (WNA) asal Cina berinisial XC, serta Jule.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu mengatakan RR dan RN serta XC ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan peredaran narkotika. Sementara itu, Jule diposisikan sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika dan akan menjalani rehabilitasi.
"Diketahui mereka beroperasi sejak bulan Juli dengan keuntungan mencapai sekitar Rp700.000 per cartridge. Pemasaran barang haram ini dilakukan melalui sistem pertemanan dari mulut ke mulut," kata Michael di Tangerang, Sabtu (19/9).
Kronologi Pengungkapan Jaringan Vape Etomidate Kasus ini bermula dari penangkapan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (14/9). Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
Berdasarkan keseluruhan rangkaian pengungkapan, polisi mengamankan total 99 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Jumlah tersebut berasal dari 27 cartridge yang ditemukan dari RR dan RN serta 71 cartridge dari XC, ditambah satu cartridge dalam paket yang ditujukan kepada Jule.
Dalam pengembangan kasus tersebut, penyidik memperoleh informasi mengenai paket berisi cartridge vape yang dikirim kepada Jule. Paket tersebut diketahui telah diterima di sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Polda Metro Jaya menyatakan hasil pemeriksaan urine Julia Prastini atau Jule positif mengonsumsi etomidate yang digunakan dalam cairan vape. "Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan (Jule) diketahui positif mengonsumsi etomidate," kata Budi Hermanto di Jakarta, Sabtu.