Prabowo Buka Jalan Koruptor Jadi Justice Collaborator, Hukuman Bisa Lebih Ringan

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/tom
Presiden Prabowo Subianto
6/10/2026, 18.59 WIB

Presiden Prabowo Subianto mendorong para pelaku tindak pidana korupsi untuk membersihkan diri dengan mengakui perbuatannya sekaligus mengembalikan harta hasil korupsi kepada negara.

Prabowo juga mendorong para koruptor untuk bekerja sama dengan penegak hukum dengan menjadi justice collaborator. Ia mengatakan pengakuan atas kesalahan, pengembalian aset hasil korupsi, serta kesediaan mengungkap pihak lain yang terlibat dapat menjadi pertimbangan yang meringankan dalam proses hukum nantinya.

“Lebih baik saudara bersihkan diri, tertibkan diri, pengakuan dosa, cepat-cepat lapor jadi saudara bisa menjadi justice collaborator,” kata Prabowo saat menyampaikan sambutan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan tahap VIII oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10).

Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menilai kesediaan pelaku untuk mengembalikan aset dan bekerja sama dengan penegak hukum juga dapat mengurangi kebutuhan negara untuk melakukan pengejaran dan penindakan secara berlarut-larut.

Di sisi lain, Prabowo memperingatkan pihak yang memilih melakukan perlawanan atau menghambat upaya pemerintah dalam mengamankan aset negara. Ia menyebut pemerintah akan menghadapi pihak yang berpura-pura patuh, tetapi melakukan penghalangan atau sabotase dari dalam.

“Semua unsur, termasuk hakim ada dalam keputusan hakim ada kan hal-hal yang meringankan, bahwa dia sudah sadar, dia kerja sama, dia menjadi justice collaborator, dia kembalikan sebagian uang dikorupsi demi cinta dia kepada rakyat dan bangsa Indonesia, dan dia bersedia menunjukkan yang lain-lain. Ini penting," ujarnya.

Prabowo mengatakan pemerintah selama ini berupaya menahan diri dan memberikan ruang untuk penyelesaian secara baik. Namun, ia menyampaikan pemerintah mulai mengurangi ruang kompromi terhadap pihak yang tetap menghambat upaya pemberantasan korupsi dan pengamanan aset negara.

"Tapi kalau mau main-main taktik, perlawanan diam-diam, deep state, pura-pura patuh tapi menghalangi, sabotase dari dalam, kita bukan bodoh. Saya menahan diri, saya memberi kesejukan, tapi saya kira kita sudah dalam tahap tidak mau lagi terlalu banyak kompromi," kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu