Poin Survei Celios Soal 2 Tahun Prabowo: 75% Warga Stres Kebijakan Pemerintah

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
13/10/2026, 12.25 WIB

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis hasil survei mereka soal dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dari hasil survei, mayoritas masyarakat mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Laporan itu juga mencatat penilaian negatif masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari beban pajak dan pungutan hingga manfaat utang negara bagi generasi mendatang.

Poin-poin hasil survei CELIOS sebagai berikut:

Masyarakat Stres dengan Kebijakan Pemerintah

CELIOS mencatat 75% responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Sebanyak 17% responden menyatakan tidak mengalami stres, sedangkan 8% lainnya tidak memberikan kepastian atas penilaian tersebut.

Selain itu, CELIOS mencatat 67% responden mengalami stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 23% responden menyatakan tidak mengalami stres akibat perilaku Prabowo, sementara 9% lainnya menjawab tidak tahu.

“Temuan ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan pemerintah dan perilaku Presiden telah memberikan tekanan psikologis dalam kehidupan sehari-hari mayoritas masyarakat,” tulis survei CELIOS, dikutip pada Selasa (13/10).

Masyarakat Menilai Pajak dan Pungutan Pemerintah Terlalu Berat

CELIOS mencatat 82% responden menilai pajak dan pungutan pemerintah terlalu berat. Sebanyak 11% responden tidak sependapat dengan penilaian tersebut, sedangkan 7% lainnya tidak mengetahui atau tidak menentukan sikap.

“Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebijakan penerimaan negara berisiko menambah tekanan ekonomi masyarakat, terutama ketika kemampuan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih menjadi tantangan,” tulis CELIOS.

Survei tersebut juga menemukan 60% responden menilai sentralisasi kebijakan pemerintah merugikan perekonomian daerah. Sebanyak 18% responden tidak sependapat, sementara 22% lainnya tidak memberikan kepastian.

Selain itu, 51% responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran mengarah pada tata kelola militeristik. Sebanyak 30% responden menolak penilaian tersebut, sedangkan 19% lainnya tidak mengetahui atau tidak menentukan sikap.

Ragukan Manfaat Utang dan Kunjungan Luar Negeri Presiden

Dari hasil survei CELIOS, hanya 16% responden menilai utang yang dibuat pemerintah saat ini memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Sebaliknya, 66% responden menilai utang tersebut tidak memberikan manfaat bagi generasi mendatang, sedangkan 18% lainnya tidak mengetahui atau tidak menentukan sikap.

Survei tersebut juga menunjukkan hanya 21% responden menilai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 63% responden menilai kunjungan tersebut tidak memberikan manfaat nyata, sementara 16% lainnya tidak menentukan sikap.

“Hanya 4% ahli yang melihat manfaatnya cukup besar atau sangat besar. Dengan kata lain, anggaran yang digunakan untuk membiayai Presiden dalam melakukan kunjungan luar negeri hanya menjadi beban fiskal tambahan,” tulis CELIOS.

Mayoritas Pemilih Prabowo Tidak Berniat Memilih Kembali

CELIOS mencatat 55% responden yang memilih Prabowo pada Pilpres 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali apabila pemilihan presiden berlangsung saat survei dilakukan. Sebanyak 27% responden menyatakan akan kembali memilih Prabowo, sedangkan 19% lainnya belum menentukan pilihan.

Temuan tersebut memperlihatkan adanya potensi penurunan dukungan di antara responden yang sebelumnya memilih Prabowo. Namun, angka tersebut menggambarkan jawaban responden dalam survei dan tidak dapat diperlakukan sebagai hasil pemilu atau prediksi pasti mengenai pilihan pemilih pada pemilihan presiden mendatang.

“Hasil survei menunjukkan bahwa responden yang memilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 cenderung tidak akan memilih kembali pada Pilpres mendatang,” tulis CELIOS.

“Artinya, lebih dari separuh responden yang sebelumnya memilih Prabowo menyatakan tidak akan kembali memberikan suaranya kepada Prabowo pada Pilpres mendatang.”

Nilai Rapor Prabowo dari Pakar dan Masyarakat

CELIOS mencatat Presiden Prabowo Subianto memperoleh nilai rata-rata 4,6 dari 10 berdasarkan penilaian masyarakat terhadap kinerja selama dua tahun pemerintahan.

Sebanyak 48% responden memberikan nilai rendah pada rentang 1–4, sedangkan 23% memberikan nilai cukup pada rentang 5–6. Adapun 28% responden memberikan nilai baik hingga sangat baik pada rentang 7–10.

Penilaian kelompok ahli menunjukkan hasil lebih rendah. CELIOS mencatat para ahli memberikan nilai rata-rata 2,8 dari 10 terhadap kinerja Prabowo selama dua tahun terakhir. Sebanyak 32% responden ahli memberikan nilai 1, sementara 19% memberikan nilai 3.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memeroleh nilai rata-rata 4,9 dari 10 berdasarkan penilaian masyarakat. Sebanyak 45% responden memberikan nilai rendah pada rentang 1–4, sedangkan 21% memberikan nilai cukup pada rentang 5–6. Adapun 34% responden memberikan nilai baik hingga sangat baik pada rentang 7–10.

Kelompok ahli memberikan nilai rata-rata 2,2 dari 10 terhadap kinerja Gibran dalam menjalankan tugas dan kewenangan konstitusionalnya selama dua tahun terakhir. Sebanyak 52% responden ahli memberikan nilai 1 terhadap kinerja Gibran.

CELIOS mengumpulkan data survei masyarakat umum dan kelompok ahli secara terpisah pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei masyarakat umum melibatkan 1.142 responden dari berbagai provinsi di Indonesia dengan metode non-probability sampling melalui Meta Ads.

Peneliti kemudian menerapkan pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi yang menjadi acuan.

Selain itu, CELIOS melibatkan 129 responden ahli melalui metode snowball sampling, yaitu dengan meminta responden awal yang memenuhi kriteria keahlian untuk merekomendasikan ahli lain yang relevan.

Peneliti juga melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen serta meminta penelaahan eksternal untuk menilai kualitas pengukuran survei.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu