Prabowo sebut Indonesia Akan Terapkan Bioetanol 10% Tahun Ini
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia akan menerapkan bahan bakar nabati (BBN) bioetanol 10% atau (E10) tahun ini. Pemerintah menargetkan implementasi bioetanol 50% atau E50 dalam empat tahun ke depan.
Bioetanol merupakan etanol yang diproduksi melalui fermentasi bahan organik sehingga bahan bakunya bukan berasal dari minyak bumi. Bioetanol sering digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam kendaraan bermotor, baik sebagai aditif untuk meningkatkan kualitas bahan bakar fosil atau sebagai bahan bakar utama dalam mesin yang dirancang khusus.
“Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10, mungkin dua tahun lagi kita berharap bisa mencapai E20,” kata Prabowo dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10).
Indonesia sudah mulai menerapkan bahan bakar nabati melalui implementasi biodiesel 50% atau B50. Langkah selanjutnya, kata Prabowo, Indonesia saat ini sedang berjuang untuk bisa mencapai E50.
Kedepannya, E50 ditargetkan dapat tercapai dua tahun setelah E20 diterapkan. “Pada saat E-50 dan B-50 (diterapkan bersamaan), kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar negeri,” ujarnya.
ESDM Mulai Susun Pengembangan
Pemerintah memulai penyusunan pengembangan program E50. Pengembangan program ini pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama 2026 yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).
"Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden untuk mempelajari kesuksesan (Biodiesel 50%) B50 dan menerapkannya untuk E50. Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kami membangun E50," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam siaran pers, Jumat (18/9).
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan BBM dari dalam negeri. Saat ini, konsumsi solar nasional disebut mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan konsumsi bensin berada pada kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun.
Pada Juli 2026, Bahlil juga mengatakan pemerintah berencana menerapkan kewajiban atau mandatory bioetanol kadar 10-20% (E10-20) pada tahun depan. Bahlil menyebut mandatory bioetanol ini mengikuti jejak penerapan biodiesel yang saat ini sudah mencapai 50% atau B50.
“Jadi (etanol berasal dari) tebu, singkong, kemudian jagung, dan itu akan dikelola bersama-sama baik dengan Pertamina dan swasta yang lain,” kata Bahlil dalam peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).