Produsen bioetanol berharap pemerintah memperkuat industri gula dan meninjau kembali formula Harga Indeks Pasar (HIP) yang belum mencerminkan biaya produksi, inflasi, dan fluktuasi harga molase.
Kajian mengungkap biofuel seperti Pertamax Green 95 lebih mahal dan berpotensi gagal sebagai energi bersih, sambil menyoroti dampak ekologis dari ekspansi bahan bakunya.
Negara-negara Asia seperti India dan Thailand secara bertahap meningkatkan kadar campuran etanol dalam bensin. Sedangkan Jepang bersiap memasarkan bioetanol mulai 2030.
Apsendo menilai rencana pemerintah menerapkan campuran etanol 20% alias E20 pada 2028 berpotensi meningkatkan kebutuhan bahan baku secara signifikan dan memicu persaingan dengan sektor industri lain.
Pemerintah mempercepat pengembangan bioetanol E20 sebagai bahan bakar campuran untuk mengurangi ketergantungan impor energi dan mendorong hilirisasi sektor pertanian.
PT Pertamina Patra Niaga mengeluhkan birokrasi izin usaha industri (IUI) yang menjadi syarat pembebasan cukai BBM Ethanol untuk produk campuran Pertamax Green RON 95.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan rencana untuk mengembangkan bioetanol dengan bahan baku gula aren bersama Kementerian Kehutanan di Jawa Barat.