Anggaran Promosi dan Diplomasi Luar Negeri Dipangkas Hampir Nol, Ini Risikonya

Instagram @dinopattidjalal
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal.
22/10/2026, 21.24 WIB

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia Dino Patti Djalal, membeberkan kondisi prihatin terkait efisiensi anggaran diplomasi luar negeri Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa anggaran promosi dan kegiatan diplomatik di sejumlah kantor perwakilan RI dipangkas secara drastis hingga mendekati angka nol.

Dino menceritakan pengakuan langsung dari seorang Kepala Perwakilan RI (Konsul Jenderal) yang mengeluhkan minimnya alokasi dana untuk menjalankan peran diplomasi aktif di negara tempatnya bertugas.

"Kemarin saya ketemu satu kepala perwakilan, Konjen. Dia bilang, 'Pak Dino, dulu dana untuk promosi Indonesia di luar negeri 6 miliar rupiah setahun untuk kantor saya. Sekarang hampir nol.' Bahkan untuk acara resepsi diplomatik peringatan 17 Agustus yang biasa kita banggakan dengan mengundang para diplomat asing, sekarang sudah tidak ada dananya," ungkap Dino dalam acara Wealth Wisdom Permata Bank di Jakarta (22/10).

Menurut Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini, pemangkasan anggaran tersebut bertolak belakang dengan tuntutan agar Indonesia tampil aktif dan kredibel dalam percaturan politik internasional. Bagi Dino, soft power dan jaringan diplomasi tidak bisa dibangun tanpa dukungan sumber daya (resources) yang memadai.

"Dengan kata lain apa? We have to be active, but we need the resources to do so. Sayangnya, itu sesuatu yang tidak saya lihat saat ini. Kita harus punya sumber daya untuk bisa aktif," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kredibilitas dan reputasi Indonesia yang dibangun bertahun-tahun sebagai negara bebas-aktif yang konsisten memerlukan pemeliharaan rutin. Tanpa adanya dukungan anggaran diplomasi yang proporsional, ruang gerak perwakilan RI di luar negeri dalam memperjuangkan kepentingan nasional dikhawatirkan akan terhambat.

Kekhawatiran ini membentang pada skala operasional diplomasi Indonesia yang sangat luas. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, Indonesia saat ini mengoperasikan 132 perwakilan di luar negeri. Jaringan tersebut terdiri dari 95 Kedutaan Besar, 3 Perutusan Tetap, 30 Konsulat Jenderal, dan 4 Konsulat RI. 




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Sukriwan Ramadhan