Mabes Polri Respons Kabar Jenderal Diciduk karena Penyadapan Petinggi Negara
Kabar soal penyadapan percakapan petinggi negara dan pencabutan sejumlah jenderal tengah mengguncang Mabes Polri. Di tengah spekulasi tersebut, pihak kepolisian memilih mengunci rapat informasi dan mengarahkan seluruh penjelasan satu pintu lewat rilis resmi sore ini.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny, saat mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam agenda silaturahmi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menyatakan bahwa pihaknya memilih menunggu waktu rilis terpusat.
"Nanti berkaitan sama konteks dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis," ujar Johnny di Gedung KWI, Jakarta, Selasa (3/11).
Ia meminta awak media untuk menampung seluruh pertanyaan agar dapat dijawab secara komprehensif dan resmi. "Kalau ada pertanyaan sesuai dengan konteks yang rekan-rekan tanyakan dari sekarang, nanti akan kita laksanakan rilis di Divhumas, ya," katanya.
Sebelumnya, beredar kabar sejumlah jenderal Polri diciduk atas dugaan penyadapan dan tengah diamankan di Mako Brimob. Dari isu yang bereda, ada seorang jenderal bintang empat yang telah dibebaskan.
Di tengah-tengah kabar tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit tidak terlihat menghadiri rapat yang diselenggarakan Presiden Prabowo Subianto.
Padahal, Listyo Sigit beberapa kali ikut menghadiri rapat terbatas hingga sidang kabinet dalam kapasitasnya sebagai KSP. Ia tercatat pernah mengikuti sejumlah rapat mulai membahas kebakaran hutan dan lahan hingga soal perekonomian.