Persiapan Normal Baru, Organda Usul Armada Transportasi Umum Ditambah

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Organda mengusulkan agar armada transportasi umum ditambah agar masyarakat bisa tetap menerapkan physical distancing di era kenormalan baru atau new normal saat menggunakan sarana transportasi umum.
Penulis: Rizky Alika
6/6/2020, 18.22 WIB

Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengusulkan jumlah armada transportasi umum ditingkatkan sehingga para penumpang bisa menerapkan jaga jarak fisik guna mencegah penularan covid-19 di era kenormalan baru atau new normal

"Organda usul perbanyak jumlah armada sehingga penumpang dapat naik dengan menerapkan physical distancing," kata Ketua Umum DPP Organda Adrianto Andre Djokosoetono dalam webinar Masyarakat Transportasi (MTI), Sabtu (6/6).

Dia pun mengatakan, ada banyak Organda yang tidak beroperasi selama sektor pariwisata belum kembali aktif. Terlebih lagi, industri pariwisata diperkirakan tidak bisa serta merta pulih dalam enam bulan ke depan.

Oleh karena itu, Adrianto juga mengusulkan agar armada bus pariwisata Organda dialihfungsikan menjadi bus angkutan dalam kota.

(Baca: Anies Sebut Jam Operasional Kendaraan Umum di Jakarta Kembali Normal)

Hal ini diperkirakan dapat menyelamatkan para Organda yang tengah terpuruk pada masa pandemi lantaran ada larangan wisata. Seiring dengan hal tersebut, physical distancing juga tetap terjaga di dalam kendaraan umum.

Direktur Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Siti Maimunah pun mengatakan, pelaksanaan new normal pada transportasi umum akan menimbulkan biaya lebih lantaran kendaraan umum tidak bisa mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.

Padahal, sejumlah transportasi umum diciptakan untuk membawa penumpang dalam jumlah besar, seperti Kereta Rel Listrik (KRL) hingga Mass Rapid Transit (MRT).

Oleh karena itu, dia menilai perlunya rasionalisasi pembiayaan pada sektor transportasi. "Jadi perlu ada inovasi karena pelaksanaan new normal tidak hanya jangka pendek, tapi seterusnya," ujar dia.

(Baca: Panduan Normal Baru untuk Penumpang KRL Commuter Line)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rizky Alika