Tokopedia Gelar Bazar Merek Lokal, Kejar Transaksi Naik 3 Kali Lipat

tokopedia
Ilustrasi, aplikasi Mitra Tokopedia
Editor: Yuliawati
21/4/2021, 19.50 WIB

Perusahaan e-commerce Tokopedia menggelar bazar online berkolaborasi dengan dengan Market & Museum untuk memasarkan produk lokal. Transaksi dari pemilik merek lokal yang bergabung dengan bazar di platform Tokopedia berpotensi meningkat hingga tiga kali lipat.

Head of Category Development (Fashion) Tokopedia, Falah Fakhriyah mengatakan, perusahaan pertama kali menggelar bazar online itu pada Juni tahun lalu. Pelaku usaha yang bergabung dalam bazar merupakan brand lokal karena memang untuk mengakomodasi pemasaran merek lokal melalui channel online.

Antusiasme masyarakat terlihat dari transaksi pelaku usaha di Tokopedia. "Transaksi meningkat tiga kali lipat," katanya dalam acara konferensi pers virtual pada Rabu (21/4).

Pada ramadan tahun ini perusahaan menggelar kembali bazar online bertajuk Market & Museum at Home di Tokopedia Vol 5 ini akan dimulai pada 23 April hingga 27 April 2021. Pada gelaran bazar online itu tersedia berbagai produk busana, dekorasi rumah tangga, hingga perlengkapan ibu dan anak.

Perusahaan juga telah menyiapkan beragam promo bagi konsumen seperti uang kembali atau cashback 20%, diskon, hingga hampers untuk lebaran.

Falah mengatakan, pada halaman bazar tersebut, perusahaan memfasilitasi pelaku usaha dengan beragam fitur. Diantara fitur itu yakni merchant voucher, yang bisa memberikan tambahan promo bagi pelanggan.

Ada juga fitur broadcast chat yang bisa terintegrasi dengan akun Tokopedia. Ada juga top ads, dan lainnya.

Pendiri Market & Museum, Namira Syarfuan mengatakan bahwa selama pandemi, terjadi pergeseran (shifting) tren gelaran bazar. Awalnya, Market & Museum biasa menggelar bazar secara offline. Namun, karena pandemi gelaran bazar pun digelar secara online.

"Situasi pandemi menjadi peluang bagi pegiat usaha lokal untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi memastikan bisnis tetap berjalan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi seperti Tokopedia," kata Namira.

Hingga saat ini terdapat 130 merek lokal yang bergabung ke dalam semua gelaran bazar di Tokopedia. Merchant-merchant brand lokal yang ikut tersebut berasal dari berbagai macam sektor, seperti busana, aksesoris, home decor, kuliner, hingga kecantikan.

Sebelum mengikuti bazar, Tokopedia serta Market & Museum melakukan kurasi terlebih dahulu. "Kami kurasi seperti brand profile, identias, produk, dan rentang harganya, agar sesuai dengan target pasar dari bazar," katanya.

Tokopedia telah menggaet sekitar 2,8 juta penjual baru di platform pada 2020. Hingga saat ini, total mitra penjual lebih dari 10 juta. Selain dengan menggelar bazar online, Tokopedia juga menggelar berbagai inisiatif untuk mengakomodasi banyaknya pelaku usaha yang beralih ke digital saat pandemi corona.

Salah satunya, menggelar kampanye #SatuDalamKopi dengan menggaet lebih dari 1.000 pengusaha kopi. Unicorn ini mengklaim, pendapatan pedagang naik 2,5 kali lipat lebih setelah berpartisipasi.

Lalu, membuat fitur Tokopedia Nyam untuk penjual makanan. Jumlah pedagang dan transaksinya diklaim meningkat tiga kali lipat selama pandemi corona.

Kemudian, startup jumbo itu berkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mengakuisisi lebih dari 2.000 penjual baru lewat inisiatif Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Pemerintah mencatat, ada 4,7 juta pedagang online baru sejak peluncuran program Bangga Buatan Indonesia pada Mei 2020. Total ada sekitar 12,7 juta dari 64 juta UMKM di Tanah Air yang sudah merambah ekosistem digital.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan