Hati-hati CS Palsu Beredar di Media Sosial, Cek Dulu Keaslian Akunnya!

IST.
Ilustrasi Penipuan CS Palsu
24/6/2026, 16.11 WIB

Media sosial kini tidak hanya digunakan untuk berbagi konten dan berinteraksi dengan teman, tetapi juga menjadi saluran yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, hingga keluhan kepada berbagai perusahaan.

Kemudahan tersebut membuat banyak pelanggan memilih menghubungi layanan pelanggan melalui media sosial karena dinilai lebih praktis dan cepat mendapatkan respons. Namun, di balik kemudahan itu, muncul risiko penipuan yang memanfaatkan interaksi antara pelanggan dan perusahaan di platform digital.

Sayangnya, kemudahan akses menjangkau layanan pelanggan atau tim CS di media sosial ini dimanfaatkan oleh pelaku penipuan dalam mencari celah baru untuk melancarkan aksinya. Hati-hati ya, karena para penipu ini bisa berpura-pura menjadi CS palsu yang menanggapi keluhan pelanggan di media sosial.

Modus ini biasanya bermula ketika pengguna menyampaikan kendala maupun pertanyaan mereka di media sosial. Biasanya pengguna meninggalkan komentar di kolom komentar di media sosial akun resmi atau membuat postingan baru sambil mention brand tersebut. Melihat adanya keluhan tersebut, penipu kemudian menyamar sebagai Customer Service dan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalah yang dialami pengguna. 

Untuk meyakinkan calon korban, penipu biasanya menggunakan foto profil yang menyerupai akun resmi sebuah brand. Alih-alih membalas pertanyaan atau komplain pengguna, penipu tersebut meminta pengguna menghubungi nomor telepon yang diklaim sebagai layanan pelanggan. Korban kemudian diarahkan untuk melanjutkan komunikasi di luar kanal resmi platform dan diminta mengikuti berbagai instruksi dengan alasan proses penyelesaian kendala. 

Dalam beberapa kasus, pelaku meminta data pribadi maupun sejumlah uang dengan dalih verifikasi akun atau biaya penanganan masalah. Padahal, informasi tersebut dapat digunakan untuk mengambil alih akun, mengakses saldo, hingga melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik akun. 

Penipuan CS palsu ini umumnya menimpa brand-brand besar. Salah satu contohnya adalah CS Shopee palsu yang beredar di media sosial. Penipu mencoba membalas postingan pengguna Shopee yang menanyakan tentang status pesanan di media sosial menggunakan akun CS Shopee palsu.  

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindari modus penipuan sejenis ini?  

Modus penipuan sejenis CS palsu ini umumnya mencoba menyerang sisi psikologis pengguna yang menjadi calon korban penipuan. Oleh karena itu, pengguna diimbau untuk selalu berpikir jernih dan tidak mudah panik saat menerima balasan di media sosial. Selalu waspada untuk tidak klik sembarangan dan melakukan pengecekan berkali-kali adalah kunci utama agar bisa terhindar dari modus CS palsu.  

Shopee sendiri mengajak para penggunanya untuk terus menerapkan 3C, yaitu: 

  1. Cek Pengirimnya: informasi resmi dari Shopee hanya dikirim lewat aplikasi, akun WhatsApp Shopee bercentang biru, media sosial resmi Shopee yang sudah terverifikasi, dan nomor telepon Customer Service Shopee 1500702. 
  2. Cek Fakta: verifikasi setiap informasi yang mengatasnamakan Shopee dengan menggunakan fitur “Cek Fakta” di bagian “Saya” > “Customers Service” pada aplikasi Shopee.  
  3. Cari Tau Modusnya: modus penipuan bisa terus berubah, ikuti akun @shopeecare_id di Instagram agar selalu update tentang penipuan berkedok Shopee. 

Yuk, kenali ciri akun resmi dan selalu melakukan verifikasi melalui aplikasi resmi menjadi langkah penting untuk menghindari jebakan modus CS palsu di media sosial ya!

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.