Paylater atau buy now pay later (BNPL) mulai menunjukkan pergeseran fungsi. Layanan keuangan ini juga mulai dipakai untuk pembiayaan seperti modal usaha hingga pendidikan.

Studi awal Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group menunjukkan sekitar 54% kredit yang disalurkan melalui Kredivo pada 2025 masuk kategori produktif. Kredit ini antara lain digunakan untuk modal usaha, renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan.

Temuan ini menjadi bagian dari studi mengenai dampak sosial dan ekonomi layanan kredit digital terhadap masyarakat Indonesia. Studi tersebut akan dituangkan dalam Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo yang dijadwalkan diluncurkan pada 10 September 2026.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, studi tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran berbasis bukti mengenai peran kredit digital dalam perekonomian Indonesia.

"Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskursus publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja dalam konteks sosial ekonomi Indonesia," kata Paksi dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Rabu (3/8).

Menurutnya. keberadaan kredit digital tidak lagi cukup dilihat hanya dari pertumbuhan industrinya maupun risiko konsumsi. Dampaknya terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Selain perubahan penggunaan kredit, studi itu menemukan kredit digital mulai menjadi pintu masuk bagi sebagian masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan formal. Pada 2025, satu dari enam pengguna aktif Kredivo merupakan pengakses kredit pertama.

Kelompok tersebut juga cukup banyak berasal dari segmen masyarakat yang relatif kurang terjangkau layanan kredit formal. Dari pengguna kredit pertama tersebut, 48% merupakan perempuan, sedangkan 57% berusia di bawah 30 tahun.

Kondisi ini terjadi ketika akses masyarakat terhadap rekening bank memang terus meningkat, tetapi penetrasi kredit formal justru mengalami penurunan.

Dalam satu dekade terakhir, kepemilikan rekening bank di Indonesia disebut meningkat dari 36% menjadi 56%. Namun, penetrasi kredit formal turun dari 18% pada 2017 menjadi 15% pada 2024. Di sisi lain, kesenjangan pembiayaan UMKM nasional masih mencapai sekitar Rp 1.290 triliun.

UMKM Mikro Mulai Pakai Paylater

Kredit digital juga mulai masuk ke segmen usaha mikro. Dalam studi tersebut, 97% penerima pinjaman modal usaha melalui Kredivo merupakan pelaku usaha mikro.

Sementara itu, sekitar 40% penerima pinjaman modal usaha memperoleh akses kredit formal pertama mereka melalui Kredivo.

Menurut Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari, temuan tersebut menunjukkan bahwa kredit digital berpotensi menjadi salah satu kanal alternatif bagi pelaku usaha yang belum sepenuhnya terjangkau lembaga keuangan formal.

Namun, besarnya kontribusi tersebut juga masih perlu dilihat secara lebih luas, terutama terkait kemampuan kredit digital dalam meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan pelaku UMKM. Indina mengatakan temuan awal tersebut baru menggambarkan sebagian dari perubahan yang terjadi selama satu dekade perkembangan layanan kredit digital.

Menurutnya, layanan Kredivo berkembang dari sekedar membuka akses pembiayaan menjadi bagian dari perjalanan finansial masyarakat dengan kebutuhan yang semakin beragam. “Studi ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi tersebut sekaligus menjadi masukan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang semakin relevan, inklusif, dan bermanfaat bagi konsumen Indonesia dengan ragam kebutuhan yang terus berkembang dinamis,” katanya.

Studi LD FEB UI dan Kredivo dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan ratusan pengguna serta puluhan pelaku UMKM di berbagai provinsi, dengan analisis yang juga menggunakan data internal Kredivo dan sejumlah data sekunder.

Hasil lengkap studi tersebut akan dipublikasikan pada 10 September 2026. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi stakeholders dalam memahami peran kredit digital berdasarkan bukti empiris, sehingga diskusi mengenai industri ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan maupun risiko konsumsi, tetapi juga pada kontribusinya terhadap inklusi keuangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan ekonomi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti