Apple Akan Luncurkan 5 Model Baru iPhone, Incar Cip Buatan Cina

ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/rwa.
Pekerja melayani penyewaan iPhone di salah satu gerai rental iPhone, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/3/2026).
Penulis: Desy Setyowati
3/7/2026, 06.30 WIB

Apple dikabarkan tengah menjajaki penggunaan cip memori dari perusahaan semikonduktor Cina di tengah krisis pasokan memori global yang dipicu lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Pada saat yang sama, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu juga disebut sedang menyiapkan peluncuran lima model iPhone baru, termasuk iPhone lipat pertamanya.

Bloomberg melaporkan, Apple sedang berdiskusi dengan dua produsen cip memori asal Cina, yakni ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies Co (YMTC). Kedua perusahaan ini masuk dalam daftar perusahaan yang diawasi Pentagon AS, karena diduga memiliki keterkaitan dengan militer Tiongkok.

Apple disebut ingin menggunakan cip memori dari kedua perusahaan itu, terutama untuk perangkat yang dipasarkan di Cina. Strategi itu dinilai sebagai upaya mengurangi risiko politik sekaligus mengatasi keterbatasan pasokan memori global.

Saat ini, Apple bergantung pada tiga pemasok utama memori, yakni Micron dari Amerika Serikat serta Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan. Jika kesepakatan dengan CXMT dan YMTC terwujud, jumlah pemasok memori Apple akan bertambah menjadi lima perusahaan.

Permintaan besar-besaran terhadap infrastruktur AI menjadi penyebab utama krisis pasokan memori global.

Produsen cip memori saat ini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dibandingkan pasar elektronik konsumen. Kondisi ini membuat pasokan memori untuk smartphone, komputer, dan perangkat elektronik lainnya semakin ketat.

Apple termasuk perusahaan yang terkena dampak langsung. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan telah menaikkan harga sejumlah produk seperti Mac, iPad, perangkat rumah pintar, hingga Vision Pro akibat kenaikan biaya komponen memori.

Analis juga memperkirakan tekanan pasokan memori masih akan berlangsung dalam beberapa kuartal ke depan karena permintaan AI terus meningkat.

Meski dapat mengurangi tekanan pasokan, upaya Apple menggandeng pemasok Cina berpotensi memicu kontroversi politik di Amerika Serikat.

Dikutip dari Financial Times, sejumlah anggota Kongres AS telah menyampaikan keberatan terhadap kemungkinan kerja sama dengan CXMT maupun YMTC. Mereka menilai langkah tersebut berisiko meningkatkan ketergantungan industri teknologi Amerika terhadap rantai pasok Cina.

 Namun bagi Apple, diversifikasi pemasok dinilai menjadi salah satu opsi untuk menghadapi krisis memori yang semakin memburuk. Apalagi perusahaan harus menyiapkan kapasitas produksi besar menjelang peluncuran generasi iPhone berikutnya, termasuk model lipat yang diperkirakan menjadi salah satu produk terpenting dalam sejarah iPhone.

Dengan tekanan pasokan yang belum mereda dan kebutuhan komponen yang terus meningkat, keputusan Apple menggunakan cip memori buatan Cina dapat menjadi salah satu langkah paling strategis sekaligus paling kontroversial yang diambil perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Apple Siapkan Lima Model iPhone

Di tengah tekanan rantai pasok tersebut, Apple tengah menyiapkan perubahan besar pada strategi peluncuran iPhone.

Raksasa teknologi AS itu telah menginstruksikan para pemasok untuk bersiap memproduksi sekitar 10 juta iPhone lipat tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 7 juta hingga 8 juta unit, menurut laporan Nikkei Asia, mengutip sumber yang mengetahui masalah ini.

Reuters dan Nikkei Asia melaporkan, Apple akan memprioritaskan peluncuran model-model premium pada paruh kedua 2026. Perusahaan akan merilis iPhone lipat pertama serta dua model iPhone premium non-lipat yang dibekali peningkatan kamera dan layar. Sementara model standar iPhone 18 akan ditunda hingga 2027.

Dikutip dari CNBC Internaisonal, strategi itu akan membuat Apple memiliki lima model iPhone dalam portofolio peluncuran generasi terbarunya, termasuk varian lipat yang selama bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi pasar.

Keputusan memprioritaskan model premium disebut dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan komponen yang terbatas sekaligus menjaga profitabilitas di tengah kenaikan biaya produksi akibat krisis memori.

Menjelang peluncuran perangkat lipat pertamanya, Apple telah mengamankan komponen untuk sekitar 80 juta iPhone yang tersebar di berbagai model baru untuk paruh kedua tahun 2026, menurut Nikkei Asia.

Laporan itu menyebutkan bahwa total produksi iPhone untuk tahun ini diperkirakan melebihi 220 juta unit. Skala dan daya beli Apple dalam pengadaan memori dan komponen tetap jauh lebih kuat daripada sebagian besar pesaingnya, bahkan ketika kekurangan yang disebabkan oleh permintaan terkait AI melanda industri ini.

Hal ini memungkinkan Apple untuk mengatasi kekurangan pasokan dengan lebih baik daripada para pesaingnya dari Cina, seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo, yang masing-masing telah memangkas target produksi tahunan mereka hingga di bawah 100 juta unit.

“Dibandingkan dengan daya tawar Apple, para produsen ponsel pintar Tiongkok berada dalam posisi lemah dalam hal mendapatkan pasokan chip memori yang lebih banyak atau menaikkan harga,” kata seorang eksekutif di pemasok untuk Apple dan Xiaomi kepada Nikkei Asia. “Hal ini memberi Apple motivasi yang baik untuk meluncurkan iPhone di musim semi dan merebut pangsa pasar mereka yang lebih besar.”

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.