Apple berpotensi menghadapi keterbatasan stok iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya yang dibanderol mulai US$ 1.999 atau Rp 36 juta (kurs Rp 18.043 per US$) untuk varian penyimpanan 2 terabita (TB). Permintaan awal perangkat premium ini melampaui perkiraan, bahkan stok untuk pengambilan pada hari peluncuran langsung habis dipesan.

Mengutip CNBC Internasional pada Sabtu  (17/10), pre-order iPhone Duo menunjukkan permintaan yang sangat tinggi. Sejumlah estimasi pengiriman pesanan online bahkan mundur hingga akhir Januari 2027.

Apple mengakui tingginya minat konsumen terhadap iPhone lipat. Perusahaan menyebut permintaan prapemesanan iPhone Duo sebagai sesuatu yang luar biasa.

"Kami bekerja keras untuk menghadirkan produk baru yang revolusioner ini ke tangan pelanggan secepat mungkin, dan kami akan terus menerima pesanan secara online," kata Apple dikutip dari CNBC Internasional.

Tingginya permintaan tersebut berpotensi melampaui pasokan awal iPhone Duo. Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan permintaan awal perangkat tersebut akan melebihi persediaan.

Menurut perkiraan Counterpoint, jumlah iPhone Duo yang tersedia dalam waktu dekat diperkirakan sekitar 6 juta unit atau kurang. Sementara itu, Apple memiliki basis pengguna sekitar 1,4 miliar iPhone. Dengan basis pengguna sebesar itu, sebagian kecil konsumen yang tertarik membeli perangkat baru sudah berpotensi menekan ketersediaan stok.

International Data Corporation (IDC) juga memperkirakan pasokan awal iPhone Duo akan terbatas. Hal ini berkaitan dengan kompleksitas perangkat serta standar manufaktur dan kualitas yang diterapkan Apple.

Apple menyebut iPhone Duo memiliki layar bagian dalam berukuran 7,58 inci, yang menjadi layar terbesar pada iPhone. Saat dilipat, perangkat ini memiliki layar luar 5,4 inci.

iPhone lipat itu dibekali dengan cip A20 Pro dan sistem dua baterai yang dirancang untuk mendukung penggunaan sepanjang hari. Perangkat ini juga menjalankan iOS 27 yang disesuaikan dengan desain lipatnya.

Dari sisi produktivitas, iPhone Duo mendukung fitur Split View untuk menjalankan beberapa aktivitas melalui layar yang sama, serta perpindahan antar-aplikasi. Sistem operasinya juga dapat menyesuaikan tampilan ketika perangkat dilipat, diputar, atau dibuka kembali.

Untuk kamera, iPhone Duo dilengkapi kamera utama Fusion 48 megapiksel dan kamera Fusion Ultra Wide 48 megapiksel. Kamera depan Center Stage dapat mengambil foto dan video dalam berbagai orientasi tanpa pengguna perlu memutar perangkat.

Apple membuka pre-order iPhone Duo pada Jumat (16/10) melalui situs resmi dan aplikasi Apple Store. Perusahaan menjadwalkan ketersediaan perangkat mulai 23 Oktober.

Strategi Apple Bidik Konsumen Premium

iPhone Duo menjadi perubahan besar pada desain fisik iPhone dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran perangkat lipat ini juga menempatkan Apple pada segmen harga baru di atas iPhone Pro dan Pro Max.

Analis IDC Nabila Popal mengatakan teknologi ponsel lipat sebenarnya bukan hal baru karena produsen Android telah menawarkan perangkat sejenis selama bertahun-tahun. Namun, kehadiran produk lipat dari Apple berpotensi menarik basis konsumen besar yang telah menggunakan ekosistem iPhone.

Menurut Popal, daya tarik iPhone Duo bukan semata-mata terletak pada teknologinya, melainkan juga pada merek Apple.

Sementara itu, analis Moor Insights Anshel Sag menilai harga awal US$ 1.999 lebih rendah daripada perkiraan sejumlah pengamat industri yang memperkirakan perangkat ini akan dibanderol US$ 2.400 hingga US$ 2.500.

Menurut Sag, harga iPhone Duo menunjukkan bahwa Apple ingin meraih pangsa pasar yang besar. Ia juga memperkirakan iPhone Duo berpotensi menjadi simbol status selama musim liburan dan hingga tahun depan.

Meski demikian, strategi Apple bukan semata-mata menjadikan ponsel lipat sebagai produk untuk pasar massal. Menurut para analis yang diwawancarai CNBC, perusahaan justru berpeluang meningkatkan nilai penjualan dari kelompok konsumen yang bersedia membayar lebih mahal.

IDC memperkirakan ponsel lipat akan menyumbang sedikit lebih dari 2% volume pengiriman ponsel pintar global pada 2026, tetapi hampir 7% dari pendapatan industri. Pada 2030, kategori ini diperkirakan berkontribusi 10% terhadap pendapatan industri ponsel pintar, meski porsinya terhadap unit yang terjual hanya sekitar 3%.

IDC memperkirakan Apple dapat mengirimkan sekitar 7 juta unit iPhone Duo pada 2026, atau sekitar 3% dari total pengiriman iPhone perusahaan tahun ini.

Popal memperkirakan pengiriman iPhone Duo dapat tumbuh 70% pada tahun depan. Dengan demikian, Apple berpotensi menguasai sekitar 40% pasar ponsel lipat global dan menjadi pemain terbesar di kategori tersebut, melampaui Samsung dan Huawei.

Dongkrak Pendapatan di Tengah Perlambatan Pasar

Peluncuran iPhone Duo juga menjadi bagian dari strategi Apple untuk mempertahankan pendapatan dari produk andalannya di tengah perlambatan pertumbuhan pasar ponsel pintar global.

Analis TechInsights Wayne Lam mengatakan konsumen kini cenderung menggunakan ponsel lebih lama, sementara pertumbuhan pasar ponsel pintar melambat. Dalam kondisi tersebut, mendorong iPhone ke segmen harga lebih tinggi menjadi salah satu cara bagi Apple untuk menjaga pendapatan.

Analis D.A. Davidson Gil Luria mengatakan iPhone Duo dapat meningkatkan harga jual rata-rata iPhone dengan menarik pelanggan setia yang sebelumnya membeli model Pro Max. Perangkat ini juga berpotensi menarik konsumen yang sebelumnya memilih ponsel lipat Android karena Apple belum memiliki produk sejenis.

Bahkan, iPhone Duo berpeluang mendukung penjualan model iPhone lainnya. Konsumen yang datang ke toko Apple untuk melihat perangkat lipat tersebut belum tentu membelinya, tetapi bisa saja memilih iPhone atau iPhone Pro dengan harga lebih rendah.

Dengan demikian, keberhasilan iPhone Duo tidak hanya akan diukur dari jumlah unit yang terjual, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan nilai penjualan dan memperkuat daya tarik jajaran produk premium Apple.

Namun, strategi menaikkan harga juga memiliki risiko. Lam menilai harga iPhone yang semakin mahal dapat membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru dan memperpanjang siklus penggantian ponsel. Kondisi tersebut berpotensi menekan permintaan secara keseluruhan.

Meski demikian, tingginya permintaan awal dan keterbatasan pasokan yang diperkirakan terjadi membuat iPhone Duo berpotensi menjadi salah satu produk penting bagi strategi Apple di segmen premium.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.