Serikat pekerja di Singapura menyatakan kecewa kepada Lazada terkait PHK. Serikat menyampaikan mereka tidak diberitahu atau diajak berkonsultasi terkait langkah ini.

"Kongres Serikat Pekerja Nasional atau NTUC dan serikat pekerja afiliasi, Serikat Pekerja Makanan Minuman dan Sekutu alias FDAWU sangat kecewa, karena Lazada melakukan pemangkasan tanpa memberi tahu," ujar NTUC dalam pernyataan resmi, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (5/1).

"Lazada tidak berkonsultasi dengan FDAWU, mengingat Lazada berserikat di bawah FDAWU," NTUC menambahkan.

NTUC mengatakan perusahaan-perusahaan yang melakukan PHK harus memastikan keterbukaan, transparansi, konsultasi dengan serikat pekerja dan pekerja.

Menurut NTUC, sangat penting bagi perusahaan bekerja sama dengan serikat pekerja mereka untuk memastikan proses yang adil dan setara guna melindungi kepentingan semua pekerja, terutama di Singapura. 

"Kami mendukung FDAWU dan para pekerja yang terkena dampak PHK. Kami juga sangat kecewa dengan langkah yang diambil oleh Lazada ini," kata NTUC.

Sementara itu, FDAWU mengirimkan surat kepada Lazada yang menyatakan bahwa langkah PHK tidak dapat diterima. FDAWU juga akan membawa masalah ini ke Kementerian Tenaga Kerja Singapura alias MOM.

Serikat pekerja mengatakan, PHK semestinya menjadi pilihan terakhir perusahaan. Para perusahaan harus mematuhi prinsip-prinsip panduan dalam kerangka kerja pemangkasan karyawan yang adil dari NTUC dan saran tripartit.

The Straits Times sebelumnya melaporkan, Lazada melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

Juru bicara Lazada mengatakan, perusahaan melakukan penyesuaian proaktif untuk mentransformasi tenaga kerja. Ini bertujuan memposisikan Lazada agar lebih gesit dan efisien dalam bekerja guna memenuhi kebutuhan bisnis di masa depan.

"Transformasi ini mengharuskan kami menilai kembali kebutuhan tenaga kerja dan struktur operasional untuk memastikan Lazada memiliki posisi lebih baik untuk bisnis dan karyawan di masa depan,” kata juru bicara dikutip dari The Straits Times, pekan lalu (4/1).

Namun, ia tidak menyebutkan jumlah karyawan yang terkena dampak PHK maupun informasi terkait pesangon.

CNA melaporkan, diperkirakan hampir 100 pegawai diberitahu tentang pengurangan gaji oleh Lazada. Karyawan yang terkena dampak PHK berasal dari seluruh departemen.

Katadata.co.id menghubungi Lazada Indonesia terkait PHK itu. Namun belum ada tanggapan.

Lazada didirikan pada 2012. E-commerce bernuansa biru dan merah muda ini telah hadir di Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Alibaba Group Holding mengakuisisi saham Lazada pada 2016. Ini merupakan upaya raksasa e-commerce Cina itu untuk memperluas kehadiran di Asia Tenggara.

Pada Maret 2023, Alibaba melakukan pemisahan bisnis menjadi enam unit bisnis utama untuk membuka nilai pemegang saham dan memulai pertumbuhan. Lazada, Daraz Trendyol, dan AliExpress kini beroperasi di bawah Alibaba International Digital Commerce (AIDC).

Direktur eksekutif Digital Industry Singapore atau DISG Chan Ih-Ming mengatakan, bekerja sama dengan Lazada dan lembaga pemerintah terkait untuk membantu karyawan yang di-PHK mencari peluang kerja alternatif.

"Meskipun setiap perusahaan harus memutuskan bagaimana cara terbaik memposisikan bisnis dan tenaga kerja dalam kondisi ekonomi saat ini, ekonomi digital Asia terus berkembang. Kami yakin akan potensi pertumbuhan jangka panjang sektor teknologi Singapura,” kata Chan.

Reporter: Lenny Septiani