Startup logistik TransTRACK mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan 2023 naik 344% dibandingkan tahun sebelumnya atau year on year (yoy). Ini berkat pemanfaatan teknologi Internet of Things atau IoT dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
“Kami sangat bangga melihat pertumbuhan TransTRACK selama lima tahun terakhir yang dibuktikan dengan berbagai pencapaian, khususnya pada 2023 yang merupakan tahun pertumbuhan cukup luar biasa,” kata Founder sekaligus CEO TransTRACK Anggia Meisesari dalam keterangan pers, Jumat (19/4).
Rincian kinerja startup logistik TransTRACK selama tahun lalu yakni:
- Pendapatan selama 2023 naik 344% yoy, rata-rata bulanan naik 15%
- Jumlah armada meningkat 214% yoy menjadi lebih dari 135 ribu unit, rerata naik 12% per bulan
- Umlah pelanggan naik 74% mencapai lebih dari 1.100 pelanggan
- Cakupan layanan naik dari dua kota yakni Jakarta dan Bandung pada 2019 menjadi 110 kota di Indonesia dan 30 kota di Malaysia
- Jumlah karyawan naik dari 12 orang menjadi lebih dari 200 orang per Maret 2023
Anggia mengatakan, startup TransTRACK berfokus pada enam sektor di antaranya logistik, transportasi publik, pertambangan, finansial, perkebunan dan kehutanan, serta pelabuhan.
Selain itu, TransTRACK membangun beberapa kemitraan strategis dengan organisasi dan asosiasi guna meningkatkan eksistensi di pasar, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara. Caranya, melakukan penetrasi pasar lebih dalam di Malaysia dan Singapura melalui kemitraan.
“Solusi TransTRACK dibangun di atas teknologi IoT dan AI. IoT merupakan core infrastruktur dari teknologi yang digunakan oleh TransTRACK,” kata Co-Founder dan Chief Technology Officer (CTO) TransTRACK Aris Pujud Kurniawan.
Pujud menjelaskan, teknologi IoT menghubungkan semua jenis armada ke internet, sehingga pelanggan dapat memantau armada dan aset yang mereka miliki secara real-time. Selain itu, mengintegrasikan berbagai sensor di kendaraan.
“Data berbagai sensor dari kendaraan akan kami simpan menjadi big data yang bisa kami olah atau proses lebih lanjut,” ujar Pujud. Selain itu, didukung oleh AI yang membantu dalam pengolahan dan analisis data kendaraan, sehingga dapat memberikan laporan yang komprehensif.
Pujud mengatakan, teknologi AI dapat membantu pelanggan dalam mengoptimalkan operasional armada. Sebab, AI akan mempelajari historical data sensor yang ada pada kendaraan.
Sebagai perusahaan berbasis teknologi, Pujud menyatakan bahwa startup TransTRACK selalu mengikuti perkembangan AI. “Kami membangun produk-produk berbasis AI yang dapat digunakan pelanggan kami untuk mengoptimalkan armadanya,” kata dia.
Produk berbasis teknologi startup TransTRACK yakni:
- Driver Management System (DMS) yang menganalisis perilaku dan tingkat kelelahan pengemudi
- Advanced Driver Assistance System (ADAS) untuk meningkatkan keselamatan pengemudi dari kecelakaan
- Route Optimization yang mengoptimalkan rute yang sebaiknya ditempuh
Teknologi tersebut juga digunakan untuk optimasi proses di internal perusahaan seperti coding, menganalisis kualitas kode program, dan meningkatkan keamanan.
“Dengan AI, proses development menjadi semakin cepat dan meminimalisir error, sehingga kami dapat mengoptimalkan resource yang ada,” Pujud menambahkan.
Sebagai tech enabler yang berfokus kepada kegiatan transportasi dan logistik, TransTRACK menyediakan dua solusi, yaitu Fleet Operation Optimizer dan Supply Chain Integrator.
Solusi Fleet Operation Optimizer memiliki tiga produk yaitu:
- Fleet Management System : berfungsi sebagai pemantau armada, pengemudi dan kargo.
- Vehicle Maintenance System : mencatat aktivitas maintenance termasuk penggunaan dan pembelian spare-part sehingga pelanggan dapat mengontrol biaya maintenance setiap armadanya.
- Truck Appointment System : untuk mengurangi antrian truk di tempat-tempat yang memiliki aktivitas pergerakan truk yang cukup banyak seperti pelabuhan, kawasan pergudangan, atau perkebunan, sehingga mempercepat proses loading/unloading.
Pada 2023, TransTRACK meluncurkan solusi baru yaitu Supply Chain Integrator, yang mengintegrasikan para pelaku logistik mulai dari pemilik barang, pemilik atau operator armada, dan perusahaan logistik 3PL untuk dapat memaksimalkan aktivitas bisnis.
Selain itu, TransTRACK bekerja sama dengan perusahaan penyedia asuransi kargo dan pembiayaan logistik untuk membantu para pelanggan yang memerlukan.
Pada awal 2023, TransTRACK memperoleh pendanaan Pra-Seri A US$ 2,1 juta atau sekitar Rp 32 miliar.