Di tengah kemajuan pesat AI, artikel ini mengajak kita bertanya hal yang lebih penting: apa yang tidak dapat digantikan oleh AI dalam realitas sosial dan budaya manusia.
Pemerintah mulai menyiapkan fondasi sovereign artificial intelligence (AI) atau AI berdaulat sebagai upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap penguasaan teknologi oleh negara-negara besar.
Artikel ini membahas tantangan baru Akal Imitasi (AI) di dunia akademik Indonesia, yang menguji esensi berpikir mahasiswa di balik tulisan yang rapi namun minim pemahaman.
Google mengungkap potensi besar AI untuk mendongkrak ekonomi Indonesia, khususnya bagi UMKM, dengan nilai tambah mencapai Rp 910 triliun dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
Laporan EV-DCI 2026 menunjukkan daya saing digital Indonesia terus meningkat, namun kualitas talenta digital belum mampu mengimbangi laju transformasi yang pesat.
Perusahaan teknologi ternama seperti DeepMind kini lebih banyak merekrut ahli filsafat untuk mengembangkan AI, mengungkap nilai di balik teknologi besar.
Industri perbankan nasional mulai masif memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu kinerja perbankan agar efisien.
Pemerintah Indonesia mengakselerasi implementasi Govtech berbasis AI untuk meningkatkan layanan publik, efisiensi birokrasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah menyusun peta jalan infrastruktur digital nasional sebagai fondasi untuk mengembangkan AI dan mempercepat transformasi ekonomi digital guna meningkatkan daya saing.
Transformasi digital menjadi pilar utama RPJPN 2025-2045 dengan AI sebagai penggerak produktivitas dan inovasi untuk daya saing ekonomi yang berkelanjutan.
Halodoc mengungkap dokter konsultasinya adalah dokter asli lengkap dengan SIP dan bukan merupakan AI. Kecerdasan buatan digunakan sekadar untuk asistensi.
Hari Bumi berawal dari gerakan sosial 1970 yang menyoroti kerusakan lingkungan dan ancaman Perubahan Iklim akibat industri dan emisi karbon, bersamaan dengan masa keemasan awal AI.