Grab menguji coba layanan pengiriman makanan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak selama tiga bulan di Tanjong Rhu, Singapura. Apakah layanan ini akan mengurangi jumlah pesanan yang diterima mitra pengemudi?
Perusahaan bekerja sama dengan bisnis Unmanned Air Systems dari ST Engineering untuk menguji coba layanan pengiriman menggunakan drone.
Di Singapura, layanan pengantaran orang hanya menggunakan layanan kendaraan roda empat seperti GrabCar dan GrabTaxi. Sedangkan pengantaran barang dan makanan bisa diambil oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, yang dikenal sebagai ojol di Indonesia.
Grab menjelaskan mitra pengemudi tetap mengantarkan pesanan makanan, namun tujuannya yakni ke landasan peluncuran drone. Dalam uji coba ini, lokasi landasan yang telah ditentukan yakni di Republic Avenue di Singapura.
Nantinya, seorang staf Grab akan memuat pesanan ke drone. Operator drone dari ST Engineering akan memuat kotak itu ke drone.
Drone kemudian diterbangkan mengikuti rute yang telah disetujui, melintasi Sungai Kallang. Petugas Grab akan menerima dan menurunkan pesanan di titik pendaratan Tanjong Rhu yang telah ditentukan.
Lalu, mitra pengemudi Grab lainnya menyelesaikan tahap terakhir yakni mengantarkan makanan kepada konsumen.
“Sementara drone menangani penyeberangan sungai yang rumit, mitra pengiriman memberikan sentuhan manusia yang tidak dapat diberikan oleh drone yakni memeriksa pesanan, mengelola penyerahan kepada operator drone, dan memastikan setiap makanan sampai ke depan pintu yang tepat dengan aman,” kata Grab dalam keterangan pers, Selasa (6/1).
Grab menyampaikan lebih dari 20 mitra pengiriman telah dilatih tentang penyerahan drone yang aman dan efisien oleh ST Engineering untuk membuat prosesnya berjalan lancar.
“Uji coba itu bertujuan mengeksplorasi bagaimana teknologi otonom dapat bekerja sama dengan jaringan mitra pengiriman kami untuk meningkatkan efisiensi secara keseluruhan,” kata Grab.
Grab menjelaskan, kendala geografis dapat memperlambat pengiriman dan memengaruhi efisiensi. Di kawasan Tanjong Rhu, Singapura misalnya, Sungai Kallang memisahkan rumah-rumah dari pusat kuliner utama.
Di satu sisi, rute yang lebih panjang berarti waktu tunggu yang lebih lama, dan pengiriman yang lebih rumit serta kurang efisien bagi mitra pengemudi.
“Di sinilah peran pengiriman menggunakan drone. Dengan memperkenalkan drone, kami dapat mengurangi upaya yang dibutuhkan untuk rute yang sulit, dan mengantarkan makanan kepada pelanggan yang lapar dengan lebih efisien,” ujar Grab.
Grab menyampaikan mitra pengemudi juga mendapat manfaat, dengan rute yang lebih efisien dan kemampuan untuk menyelesaikan lebih banyak pengantaran.