Uber meraup pendapatan US$ 52 miliar atau Rp 877,34 triliun (kurs Rp 16.775 per dolar AS) sepanjang tahun lalu. Perusahaan transportasi taksi online ini sempat menyediakan layanan ojol di Indonesia pada 2014 hingga awal 2018.

Pendapatan Uber itu meningkat 18% dibandingkan 2024 atau year on year (yoy). Penghasilan ini diraih dari penyediaan layanan taksi online, pengantaran makanan dan barang, serta logistik di sekitar 70 negara.

Uber mencatatkan laba operasional perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi (penyusutan), dan amortisasi atau EBITDA yang disesuaikan naik 35% menjadi US$ 8,73 miliar.

Selain itu, laba bersih naik 2% menjadi US$ 10 miliar.

CEO Uber Dara Khosrowshahi menyoroti jumlah pengguna bulanan menyentuh rekor yakni lebih dari 200 juta pada kuartal IV atau Oktober – Desember 2025, dengan 40 juta lebih perjalanan setiap harinya.

“Ini basis konsumen terbesar dan paling aktif yang pernah kami miliki," kata Dara Khosrowshahi dikutip dari Marketscreener, Kamis (5/2).

Melihat data sepanjang tahun lalu, ia optimistis Uber akan tumbuh pesat pada 2026. Uber memprediksi pendapatan kotor tumbuh 17% - 21% yoy menjadi US$ 53,5 miliar selama kuartal pertama tahun ini.

CFO Uber sebelumnya, Prashanth Mahendra-Rajah menyampaikan kinerja perusahaan selama tahun lalu mencerminkan kekuatan signifikan dari strategi platform, dengan pendapatan kotor US$ 193 miliar dan arus kas bebas US$ 10 miliar.

"Uber adalah perusahaan yang hanya muncul sekali dalam satu generasi dengan peluang besar yang masih ada di depan,” kata dia.

Sedangkan CFO yang baru menjabat, Balaji Krishnamurthy menyebutkan pertumbuhan bisnis Uber lebih dari 20% selama tahun terakhir. Perusahaan menargetkan terus meraup laba bersih.

"Dengan arus kas bebas yang besar dan terus meningkat, dalam beberapa tahun mendatang kami akan berinvestasi secara disiplin di berbagai peluang, termasuk memposisikan Uber untuk menang di masa depan kendaraan otonom,” katanya

Uber pernah hadir di Indonesia. Tiga tahun sejak masuk ke Tanah Air pada Agustus 2014, perusahaan ini hadir di 30 kota di tujuh pulau per 2017.

Namun operasional Uber di Indonesia kemudian diambil alih oleh Grab pada April 2018.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti