Halodoc Sebut Gen Z Paling Banyak Konsultasi Kulit dan Reproduksi

Google Play Store
Aplikasi Halodoc
Penulis: Rahayu Subekti
25/5/2026, 17.58 WIB

Halodoc mengungkapkan perbedaan tren konsultasi kesehatan antar-generasi pengguna. Kalangan Milenial dan Generasi X masih mendominasi penggunaan layanan kesehatan digital, sementara Generasi Z mulai aktif berkonsultasi terkait kesehatan kulit hingga reproduksi.

Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria menyampaikan, pengguna layanan masih banyak berasal dari kelompok usia dewasa, terutama perempuan. “Dari sisi generasi, paling banyak penggunanya itu milenial,” ujar dia dalam talkshow 10 Tahun Halodoc di Jakarta, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, kebutuhan konsultasi kesehatan antar generasi memiliki karakteristik berbeda. Pada kelompok usia dewasa, konsultasi paling banyak berkaitan dengan penyakit pernapasan hingga keluhan umum sehari-hari.

“Biasanya memang yang dikonsultasikan terkait sama pernapasan, misalnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) itu paling banyak. Terus juga terkait penyakit umum lainnya seperti sakit kepala, demam, pilek, batuk,” Fibriyani menambahkan.

Menurut dia, tingginya konsultasi penyakit umum tersebut tidak lepas dari peran pengguna dewasa yang banyak mengurus kesehatan anggota keluarga, khususnya anak. “Yang biasa diurus yakni anak,” ujarnya,

Sementara itu, Generasi Z disebut memiliki pola konsultasi yang berbeda. Kelompok usia muda lebih banyak menggunakan layanan kesehatan digital untuk membahas persoalan kulit dan kesehatan reproduksi.

Ia menilai layanan konsultasi online memberi ruang yang lebih nyaman bagi anak muda. Khususnya untuk membahas isu-isu sensitif yang terkadang sulit dikonsultasikan secara langsung.

“Ternyata banyak sekali kebingungan terkait, misalnya periode menstruasi dan sebagainya yang terkadang mungkin agak tidak nyaman kalau dikonsultasikan tatap muka,” katanya.

Selain itu, Halodoc melihat peningkatan tren konsultasi terkait kesehatan mental dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Fibriyani, kondisi sosial yang penuh ketidakpastian serta derasnya arus informasi menjadi salah satu pemicu meningkatnya kebutuhan layanan tersebut.

“Ada satu tren yang juga kita lihat dalam beberapa bulan terakhir itu semakin meningkat, yaitu kesehatan mental,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini banyak hal-hal yang menjadi kekhawatiran dan masyarakat tidak tahu kapan berakhirnya. Hal ini memicu banyak konsultasi terkait kesehatan mental.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti