Privy Wakili Startup Indonesia di MatchCAP Singapore 2026
Privy, startup penyedia layanan digital trust, mewakili startup Indonesia di gelaran MatchCAP Singapore 2026. Forum yang difasilitasi oleh Endeavor, organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan high impact entrepreneur di seluruh dunia, ini mempertemukan 59 perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dengan 73 investor global dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.
Marshall Pribadi, CEO dan Founder Privy, memaparkan perjalanan Privy bersama Endeavor serta visinya terhadap masa depan kepercayaan digital atau digital trust.
"Saya terpilih menjadi bagian dari Endeavor Entrepreneur sejak 2018, dan sejak delapan tahun lalu hingga sekarang, pertumbuhan yang kami capai di Privy -peningkatan pendapatan 25 kali lipat dan lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi- tidak akan terjadi tanpa jejaring atau networking yang tepat di sekitar kami," kata Marshall, dalam keterangan resmi, Selasa (2/6).
Sejak didirikan pada 2016, Privy memiliki visi untuk tidak sekadar menyediakan tanda tangan elektronik melainkan membangun ekosistem kepercayaan digital atau digital trust.
"Seiring dengan meningkatnya aktivitas digital lintas industri, kepercayaan merupakan mata uang utama dalam interaksi digital. Terlebih, di era artificial intelligence (AI), semakin banyak keputusan, transaksi, hingga proses bisnis yang bergantung pada identitas yang terpercaya dan dokumen digital yang autentik," kata Marshall.
Hal ini membuat Privy optimistis kebutuhan terhadap kepercayaan digital menjadi semakin penting dalam berbagai aktivitas di ruang digital. Kondisi ini tercermin pada pertumbuhan Privy hingga saat ini.
Menurut Marshall, kepercayaan digital bagi Privy mencakup tiga lapisan utama yang juga menjadi ekosistem perusahaan, sebagai berikut:
1. Trusted identity (identitas terpercaya)
2. Trusted communication channel (saluran komunikasi terpercaya)
3. Trusted transaction authenticity (keaslian transaksi terpercaya)
Privy Sediakan Jaminan Keaslian Sertifikat hingga Rp1 Miliar
“Pada lapisan Trusted Identity, Privy membantu memastikan identitas individu maupun institusi dapat diverifikasi secara aman dan akurat. Privy pun menjadi satu-satunya institusi yang menjamin identitas dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar untuk melindungi pengguna dari kerugian akibat dokumen yang ditandatangani dengan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli," ujarnya.
Melalui Trusted Communication Channel, Privy memastikan interaksi digital berlangsung melalui jalur yang aman dan terverifikasi, sehingga informasi yang dipertukarkan memiliki integritas dengan identitas yang bisa dibuktikan. Pada lapisan Trusted Transaction Authenticity, Privy memastikan setiap transaksi digital memiliki bukti otentik yang dapat diverifikasi melalui teknologi seperti tanda tangan elektronik, digital seal, dan timestamping.
Pada sesi panel diskusi bertajuk “Built to Last: Designing Startups for Uncertainty”, Chief Operating Officer (COO) Privy, Nitin Mathur, mengungkapkan perjalanan Privy sejak 2016 memberikan banyak pelajaran bagaimana perusahaan perlu beradaptasi di tengah perubahan teknologi maupun dinamika pasar yang terus berkembang.
“Yang mengingatkan saya dari ruangan ini adalah daya tahan bisnis itu tidak terjadi secara kebetulan. Di Privy, kepercayaan merupakan fondasi, bukan hanya sekedar fitur. Sehingga, ketahanan bisnis pun juga harus dibangun sejak hari pertama, bukan ditambal ketika masalah sudah muncul,” ujar Nitin.
Nitin mengatakan Privy juga telah menyiapkan product-roadmap yang akan semakin mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam kepercayaan digital, termasuk fitur yang memudahkan pengguna dengan dukungan AI.