Jepang Ingin Bangun Teknologi 5G di Indonesia

ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer
Seorang pria memasang lampu di sebelah tanda 5G pada Mobile World Congress (MWC) di Shanghai, Cina, Selasa (25/6/2019).
Penulis: Desy Setyowati
25/4/2024, 13.49 WIB

Pemerintah Jepang berencana mengembangkan 5G Open Radio Access Network atau Open RAN. Pemerintah Indonesia pun tengah menyusun rencana induk pembangunan infrastruktur 5G.

Open RAN adalah konsep arsitektur jaringan telekomunikasi yang memungkinkan operator memilih dan menggabungkan perangkat keras atau hardware dan perangkat lunak alias software dari berbagai vendor, sehingga mengurangi biaya dan meningkatkan fleksibilitas.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi menyampaikan rencana pengembangan 5G Open RAN tersebut saat berkunjung ke Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika alias Kominfo, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/4).

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menyampaikan, Pemerintah tengah menyusun masterplan pembangunan infrastruktur 5G. Oleh karena itu, Pemerintah membuka masukan dan saran dari negara-negara yang sudah lebih dulu mengaplikasikan teknologi 5G.

“Kami sedang menyusun masterplan pembangunan 5G. Nah input apa dari Jepang untuk Indonesia, kami membuka masukan atau  saran," kata Budi dalam keterangan pers, Rabu (24/4).

Kominfo juga tengah melaksanakan Feasibility Study Implementasi Open RAN selama setahun yang terbagi menjadi 14 milestone. Studi ini melibatkan penyelenggara layanan telekomunikasi atau operator seluler dalam proyek percontohan atau pilot project yang akan berlangsung di dua lokasi yang ditentukan.