Komdigi dan Microsoft Beri Beasiswa Pelatihan AI Bagi 1,2 Juta Orang

Microsoft
Komdigi dan Microsoft memberikan pelatihan AI kepada 1,2 juta orang lewat program elevAIte Indonesia.
Penulis: Kamila Meilina
6/8/2025, 12.18 WIB

Komdigi atau Kementerian Komunikasi dan Digital dan Microsoft memberikan pelatihan AI kepada 1,2 juta orang lewat program elevAIte Indonesia. Jumlahnya melebihi target awal satu juta peserta.

Program elevAIte adalah bagian dari upaya Komdigi menjawab kebutuhan atas lebih dari 600 ribu talenta digital baru di Indonesia setiap tahun. elevAIte Indonesia menyasar masyarakat umum, termasuk pelajar, guru, ASN, pelaku UMKM hingga individu dari latar belakang non-teknis.

“Yang paling menginspirasi adalah bagaimana semangat belajar ini berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, dipimpin langsung oleh para pembelajar dan komunitas yang mereka bentuk,” ujar AI National Skills Director Microsoft Arief Suseno dikutip dari siaran pers, Selasa (5/8). 

Arief menyebutkan program elevAIte telah memberikan pelatihan kepada sekitar 695 ribu orang. Sebanyak 403 ribu di antaranya meraih sertifikasi. 

Para peserta terdiri dari berbagai sektor, seperti edukasi (762.209), komunitas (252.598), pemerintahan (115.078), industri (53.344), dan individu (168.013).

Laporan Work Trend Index 2025 dari Microsoft menyebutkan 68% pekerja merasa belum memiliki keterampilan AI yang cukup, sementara 75% pimpinan perusahaan menilai AI sebagai prioritas strategis.

Atas data tersebut, Microsoft menilai elevAIte Indonesia bisa hadir sebagai jembatan antara kebutuhan pasar dan kesiapan tenaga kerja.

Program elevAIte menerapkan strategi lokal dalam pelaksanaannya, bekerja sama dengan 22 mitra ekosistem yang mencakup LSM, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor industri. Pelatihan dilakukan melalui modul daring berbahasa Indonesia, sesi tatap muka di komunitas, hingga aktivitas seperti hackathon dan promptathon.

Untuk menjangkau generasi muda, elevAIte juga memperkenalkan pembelajaran lewat Minecraft Education di sekolah dasar dan menengah. Platform ini digunakan untuk mengenalkan coding dan AI secara visual dan kolaboratif.

Arief menjelaskan, melalui kurikulum aplikatif dan program lanjutan seperti jalur sertifikasi, hackathon, dan promptathon, peserta didorong untuk tak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan solusi dari pengetahuan yang dimiliki.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina