Gerhana Matahari Parsial Akan Hiasi Langit 21 September

NASA
Gerhana Matahari Cincin pada 20 Mei 2012
Penulis: Kamila Meilina
18/9/2025, 14.02 WIB

Gerhana Matahari Parsial akan terjadi pada 21 September. Apakah fenomena ini terlihat di Indonesia?

Fenomena Gerhana Matahari Parsial terjadi sehari sebelum titik ekuinoks, atau saat matahari tepat di atas garis khatulistiwa bumi, saat musim gugur di belahan Bumi utara dan musim semi di belahan Bumi selatan.

Oleh karena itu, Gerhana Matahari Parsial pada 21 September itu disebut juga sebagai equinox eclipse.

Gerhana Matahari Parsial terjadi ketika orbit Bulan menempatkan satelit alami Bumi itu tepat di antara Bumi dan Matahari pada fase bulan baru bulanan. Posisi ini menyebabkan sebagian piringan Matahari tertutup Bulan, meski tidak sepenuhnya.

Bulan akan melintasi piringan Matahari pada 21 – 22 September, sehingga cahaya Matahari akan tertutup sebagian di wilayah belahan bumi selatan.

Fenomena itu akan menjadi gerhana terakhir pada 2025. Gerhana matahari parsial ini diperkirakan akan dimulai pada pukul 13:29 ET atau 17:29 UTC, dan mencapai puncaknya pada 15:41 ET atau 19:41 UTC.

Melansir laman Space, menurut keterangan para astronom, Gerhana Matahari Parsial hanya dapat disaksikan di wilayah tertentu, terutama di bumi bagian selatan seperti Selandia Baru, sejumlah pulau di Samudra Pasifik, Australia bagian tertentu, serta kawasan Antartika. 

Di sejumlah lokasi seperti bagian selatan Selandia Baru dan kawasan Antartika, Bulan diperkirakan menutupi permukaan Matahari 70% – 80%.

Gerhana Matahari Parsial tidak akan tampak di Indonesia, karena terjadi pada malam hari di Tanah Air. Meski demikian, publik tetap dapat mengikuti jalannya peristiwa melalui siaran langsung yang disediakan oleh sejumlah situs astronomi internasional.

Situs Space.com dan TimeandDate.com akan menyiarkan fenomena Gerhana Matahari Parsial, lengkap dengan komentar ahli. Siaran TimeandDate.com akan dimulai sekitar pukul 01.00 WIB dini hari pada 22 September. 

Pakar astronomi mengingatkan agar masyarakat tak melihat gerhana matahari secara langsung tanpa perlindungan kacamata khusus. Selain itu, setelah selesai mengamati, masyarakat diminta menoleh dari arah Matahari sebelum melepas kacamata.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina