Fenomena Cold Moon Akan Mewarnai Langit Desember, Supermoon Penutup Tahun
Fenomena Cold Moon akan menghiasi langit pada Desember. Ini merupakan supermoon terakhir tahun ini.
Bulan purnama Cold Moon diperkirakan mencapai puncak cahaya pada 4 Desember pukul 18.14 waktu setempat (ET) dan akan tampak paling terang di langit sepanjang malam.
Cold Moon terjadi karena orbit Bulan berbentuk elips, sehingga pada waktu tertentu Bulan berada lebih dekat ke Bumi (perigee). Ketika Bulan mencapai fase purnama saat berada di titik terdekat inilah yang disebut supermoon.
Menurut NASA, supermoon dapat terlihat hingga 14% lebih besar dan 33% lebih terang dibanding micromoon, yaitu purnama yang terjadi saat Bulan berada di titik terjauh (apogee). Perbedaannya tidak sangat mencolok bagi mata telanjang, namun supermoon tetap akan nampak lebih besar.
Melansir The Old Farmer’s Almanac, bulan purnama Desember akan muncul pada 4 Desember, dan akan tetap tampak penuh sepanjang malam. Jika cuaca tidak mendukung, Bulan masih terlihat lebih dari 90% penuh selama 2 – 6 Desember, sehingga pengamat tetap berkesempatan menikmati keindahannya.
Menurut laman Timeanddate, supermoon Cold Moon dapat diamati pada 4 Desember pukul 23:14 UTC atau 5 Desember pukul 5.12 WIB. Fenomena ini bisa dilihat tanpa alat bantu apa pun, tetapi penggunaan teleskop atau teropong akan membantu melihat kawah dan tekstur permukaan Bulan dengan lebih tajam.
Nama “Cold Moon” berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika Utara, khususnya Mohawk, yang menandai datangnya udara dingin di puncak musim dingin. Bulan Desember juga dikenal dengan berbagai nama lain, seperti:
- Long Night Moon (Mohican), karena muncul saat malam paling panjang menjelang solstis musim dingin
- Frost Exploding Trees Moon (Cree)
- Snow Moon (Haida, Cherokee)
- Winter Maker Moon (Western Abenaki)
Di Eropa, fenomena ini dikenal sebagai “Moon Before Yule” karena jatuh sebelum perayaan Yule yang menandai kembalinya sinar matahari.
Selain menjadi supermoon terakhir di tahun ini, Cold Moon 2025 hadir tepat saat udara mulai mendingin drastis. Di Amerika Serikat, fenomena ini berbarengan dengan serangan polar vortex yang membuat suhu turun signifikan menjelang dan setelah Thanksgiving.
Cold Moon juga muncul sekitar satu minggu sebelum puncak hujan meteor Geminid pada 13 – 14 Desember, kondisi ini dinilai menciptakan langit yang lebih gelap dan ideal untuk menikmati hujan bintang.