Produk video pendek Reels kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi Meta Platforms. CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut Reels di Instagram dan Facebook melampaui annual run rate  US$ 50 miliar atau Rp 837 triliun (kurs Rp16.740 per US$), berdasarkan laporan kinerja perusahaan pada Oktober 2025.

Mark Zuckerberg menyebut capaian itu mempersempit jarak dengan YouTube, yang menurut analis diperkirakan meraup pendapatan iklan sekitar US$ 46 miliar atau Rp 770 triliun tahun ini. Sementara itu, firma riset eMarketer memproyeksikan pendapatan TikTok berada di kisaran US$ 17 miliar atau Rp 284 triliun pada periode yang sama.

Pendiri Facebook menyebut lonjakan kinerja Reels ditopang oleh sistem rekomendasi berbasis AI yang semakin presisi. Algoritma ini mampu menyajikan konten yang lebih relevan dan berkualitas bagi pengguna.

“Video menjadi salah satu titik terang utama,” ujarnya, yang mencatat waktu menonton video di Instagram tumbuh 30% secara tahunan alias year on year (yoy), dikutip dari Techspot (3/1). 

Namun perjalanan Reels tidak selalu mulus. Riset internal Meta beberapa tahun lalu menunjukkan, Instagram sempat tertinggal jauh dari TikTok, terutama dari sisi algoritma yang dinilai lebih adiktif. Saat Reels diluncurkan pada 2020, performanya masih jauh dari harapan. 

Bahkan pada 2022, waktu yang dihabiskan pengguna di Reels hanya sekitar sepersepuluh dibandingkan TikTok.

Wakil Presiden Produk Instagram Tessa Lyons mengatakan tantangan awal Reels yakni mengubah peran Instagram. Selama ini, Instagram dikenal sebagai tempat berbagi foto dengan teman dan pengikut, bukan sebagai platform untuk menemukan video pendek dari kreator baru. Oleh karena itu, cara menampilkan konten juga harus diubah.

Untuk mengejar TikTok, Instagram mengubah algoritma. Jika sebelumnya konten ditampilkan berdasarkan siapa yang diikuti pengguna, kini sistem lebih menekankan pada minat dan lama waktu menonton. Pengguna bisa melihat video dari kreator yang tidak mereka ikuti, asalkan kontennya sesuai dengan minat mereka.

Perubahan ini didukung oleh pengembangan teknologi AI yang lebih canggih. Meta juga memberi insentif kepada kreator agar lebih banyak mengunggah video orisinal. Langkah tersebut membantu algoritma memahami selera pengguna dengan lebih baik.

Dampaknya terlihat dari meningkatnya waktu menonton. Data Sensor Tower menunjukkan pengguna Instagram rata-rata menghabiskan 27 menit per hari untuk menonton Reels. 

Angka ini lebih tinggi dibandingkan YouTube Shorts yang sekitar 21 menit per hari, meski masih di bawah TikTok dengan rata-rata 44 menit per hari.

Selain itu, Instagram terus menambah fitur untuk mengatur rekomendasi konten. Salah satunya fitur Blend, yang memungkinkan teman berbagi satu feed video. Pengguna juga bisa memberi masukan langsung, seperti ingin melihat lebih banyak atau lebih sedikit jenis konten tertentu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina