Elon Musk Tuduh Pendiri LinkedIn Jadi Penyebab Dirinya Diundang ke Pulau Epstein
Elon Musk berulang kali menjelaskan di media sosial tentang mengapa ia bertukar begitu banyak email dengan Jeffrey Epstein. CEO Tesla ini bersikeras bahwa Epstein yang mengejar dirinya.
Orang terkaya di dunia itu membantah telah melakukan tindak kejahatan apa pun. Elon Musk juga memastikan tidak pernah pergi ke pulau pribadi Epstein di Karibia, yang dikenal sebagai Little St. James.
Walaupun email Epstein yang diunggah oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat alias DOJ, Elon Musk terlibat dalam percakapan panjang antara 2012, 2013, dan 2014 tentang kunjungan ke pulau tersebut.
Dalam berkas Epstein, ada pengingat di buku harian pada 2024 bertuliskan ‘Elon Musk ke pulau pada 6 Desember’.
Berdasarkan email pada akhir 2012, Elon Musk berbicara tentang membawa istrinya saat itu, Talulah Riley, aktris Inggris yang dinikahinya selama 2010 - 2012. Isinya sebagai berikut:
Epstein: Anda dipersilakan untuk menginap atau hanya datang untuk sehari, banyak tempat tersedia, saya akan mengirim helikopter untuk menjemput Anda.
Elon Musk: Apakah Anda punya rencana pesta? Saya bekerja hingga hampir gila tahun ini, jadi begitu anak-anak saya pulang setelah Natal, saya benar-benar ingin merasakan suasana pesta di St. Barts atau tempat lain dan bersenang-senang. Undangan itu sangat saya hargai, tetapi pengalaman pulau yang damai bukanlah yang saya cari.
Epstein: Mengerti, sampai jumpa di St. Barth, rasio di pulauku mungkin membuat Talulah merasa tidak nyaman.
Elon Musk: Rasio bukanlah masalah bagi Talulah
Elon Musk kemudian gencar memberikan penjelasan di media sosial bahwa dirinya tidak pernah ke pulau pribadi Epstein. Ia juga menyinggung pendiri LinkedIn Reid Hoffman, yang dinilai membuat Epstein membujuk dirinya agar ke pulau itu.
"Beginilah cara saya tahu sejak lama bahwa Reid Hoffman pergi ke pulau Epstein," tulis Musk melalui X sembari mengunggah foto screenshot email yang ia terima dari Epstein pada 2014, dikutip dari Business Insider, Rabu (4/2). "Epstein menggunakan kehadiran Reid di sana untuk membujuk saya agar pergi, tanpa menyadari bahwa hal itu akan memberikan efek sebaliknya," orang terkaya di dunia itu menambahkan.
Hoffman menuduh CEO Tesla itu membuat tuduhan palsu dan berbohong tentang keterlibatannya dengan Epstein, alih-alih berupaya mendapatkan keadilan bagi para korban Epstein.
"Kau berbohong tentang ini kepada semua orang selama lebih dari satu dekade, dan sekarang alasanmu (yang menjijikkan, hanya omongan) adalah kau bisa mendapatkan gadis-gadis muda tanpa Epstein?" tulis Hoffman.
Hoffman membagikan ulang unggahan X yang berisi dokumen yang menunjukkan percakapan email pemilik SpaceX itu di masa lalu dengan Epstein. Salah satu unggahan menyebut Elon Musk sebagai ‘bintang kejutan yang muncul dari berkas Epstein’.
Salah satu tangkapan layar dari berkas Epstein yang dibagikan Reid Hoffman menunjukkan email pada 2012 yang memuat teks bahwa Elon Musk bertanya kepada Epstein. "Hari/malam apa yang akan menjadi pesta paling meriah di pulau Anda?"
Pemilik X pun balik menunjuk Hoffman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas korespondensi masa lalunya dengan Epstein.
"Epstein terus-menerus mendesak saya untuk pergi ke pulau pedofil dan saya selalu menolak. Tapi tidak denganmu. Kau benar-benar pergi," kata Elon Musk. "Hadiah apa yang kau bawa untuk Epstein saat kau pergi ke pulau pedofil itu?"
Hoffman sebelumnya mengakui bahwa dia telah mengunjungi pulau Epstein, yang menurutnya merupakan bagian dari upaya penggalangan dana untuk MIT Media Lab.
Perseteruan antara Elon Musk dan Hoffman sudah berlangsung bertahun-tahun.
Hoffman sebelumnya menggambarkan perseteruan itu sebagai perseteruan sepihak, yang dimulai beberapa tahun setelah Elon Musk meninggalkan dewan direksi OpenAI. Hoffman, yang merupakan salah satu donatur awal OpenAI, mengatakan bahwa pemilik xAI itu iri atas kesuksesan OpenAI setelah kepergiannya.
"Dia pergi sambil berkata, 'kalian semua bodoh dan kalian akan gagal,' dan saya membantu mereka sukses,” ujar Hoffman.
Elon Musk, yang sebelumnya bekerja dengan Hoffman di PayPal, mengatakan bahwa Hoffman termasuk di antara para miliarder yang ‘ketakutan’ tentang daftar klien Epstein yang akan terungkap pada 2024.
Hoffman kemudian mengatakan bahwa ia menghadapi ancaman setelah klaim Elon Musk yang mengakibatkan ia menyewa petugas keamanan.
Nama keduanya masuk dalam berkas Epstein yang kini viral di banyak negara, termasuk Indonesia. Kasus Epstein meluas ke banyak bidang, termasuk kejahatan seksual anak, Bitcoin hingga dugaan adanya ‘pabrik pembuatan bayi’.