SEAblings vs K-Netz, Berapa Jumlah Netizen Korea Dibandingkan Indonesia?
Istilah SEAblings tengah viral di Indonesia, karena netizen Indonesai dan Korea Selatan alias K-Netz saling sindir. Berapa jumlah warganet Tanah Air dibandingkan negeri ginseng?
Mengutip media Malaysia The Rakyat Post, seorang master fansite asal Korea Selatan diduga membawa peralatan kamera profesional, termasuk lensa berukuran besar dan panjang, ke dalam area konser. Tindakan ini melanggar peraturan penyelenggara acara.
Aksi penggemar tersebut direkam oleh warga Malaysia dan videonya dengan cepat tersebar di media sosial.
Oknum fansite tersebut telah menyampaikan permintaan maaf. Namun, sebagian warganet Korea Selatan tidak menerima kritik yang muncul dan mulai membagikan unggahan serta komentar bernada hinaan terhadap warganet Asia Tenggara.
Merujuk data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 229,43 juta per Semester I 2025. Sedangkan Korea Selatan atau K-Netz 50,4 juta atau 97,4% dari total populasi, menurut data DataReportal per Maret 2025.
Katadata.co.id merangkum data jumlah pengguna internet di Asia Tenggara dan Korea Selatan, merujuk pada data APJII dan DataReportal sebagai berikut:
Saling sindir berlanjut. Sejumlah komentar yang beredar mengandung unsur rasisme, menyinggung fisik, bahasa, hingga kondisi ekonomi masyarakat Asia Tenggara. Hinaan tersebut dilontarkan oleh warganet Korea Selatan yang menuntut penghormatan terhadap budaya idol yang mereka dukung.
Salah satu akun X asal Korea Selatan mengunggah gambar seekor kera dengan keterangan “Wanita Asia Tenggara yang Marah”. Pengguna X dari Asia Tenggara kemudian membalas dengan gambar serupa, namun disertai keterangan berbeda, yakni “Wajah asli orang Korea sebelum operasi plastik”.
Serangan rasis dari warganet Korea Selatan atau yang dikenal sebagai KNetz itu kemudian memicu gelombang solidaritas di kalangan netizen Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, Filipina, dan Thailand. Fenomena ini bahkan memunculkan istilah “SEAblings”.
Interaksi di platform X pun berkembang menjadi ajang saling ejek.
Sejumlah K-Netz menyinggung masyarakat Asia Tenggara yang menggemari K-pop karena dianggap tidak memiliki idola dari negara sendiri. Menanggapi hal tersebut, netizen Indonesia membagikan klip penyanyi Tanah Air, seperti Lyodra, Nassar, hingga grup idola No Na.
Salah satu akun X asal Korea Selatan, @ohboy3489 lantas mengunggah tangkapan layar video klip No Na yang menampilkan latar sawah dengan keterangan, “Kami tidak punya uang untuk menyewa lokasi syuting, jadi kami merekam di sawah”.
Selain itu, ada pula warganet Korea Selatan yang menghina pengguna X asal Indonesia yang menggunakan foto profil aktor Baskara Mahendra dengan komentar bernada merendahkan.
Netizen Indonesia yang sebelumnya berinteraksi menggunakan bahasa Inggris kemudian mulai membalas komentar warganet Korea Selatan dengan bahasa dan aksara daerah, seperti Jawa, Batak, hingga Sanskerta.
Hingga Kamis (12/2), saling ejek antara warganet Korea Selatan dan Asia Tenggara, termasuk netizen Indonesia, masih terus berlangsung.