Spotify mengungkapkan bahwa musik Indonesia semakin diminati di pasar global. Bahkan, sebagian besar royalti yang diterima musisi Indonesia melalui platform streaming tersebut kini berasal dari pendengar di luar negeri.
Managing Director Spotify Southeast Asia Gustav Back mengatakan perkembangan ini menunjukkan transformasi besar dalam industri musik Indonesia. Jika sebelumnya pasar utama musisi berada di dalam negeri, kini pendengar dari berbagai negara menjadi penyumbang utama pertumbuhan industri musik RI.
"Di Indonesia, royalti yang dihasilkan musisi Indonesia melalui Spotify tumbuh lebih dari 16% pada 2025. Dalam tiga tahun terakhir nilainya bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat. Sekitar 60% royalti tersebut berasal dari pendengar di luar Indonesia," ujar Gustav dalam acara Spotify Loud & Clear Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (26/6).
Menurut Gustav, layanan streaming telah membuka akses yang jauh lebih luas bagi musisi Indonesia untuk menjangkau pasar internasional. Pendengar musik Indonesia kini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, Inggris, Prancis, hingga berbagai negara lainnya.
"Sepuluh tahun lalu mungkin sangat sulit bagi musisi Indonesia menjangkau pasar-pasar tersebut. Kini musik mereka menemukan penggemar yang bahkan tidak berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi tetap dapat merasakan emosi yang disampaikan melalui musik," katanya.
Spotify mencatat, sepanjang tahun lalu musisi Indonesia ditemukan oleh pendengar baru lebih dari 6,3 miliar kali melalui platform tersebut. Gustav mencontohkan sejumlah musisi Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional, seperti Idgitaf, Nadhif Basalamah, dan Reality Club.
Lagu-lagu mereka yang mayoritas berbahasa Indonesia kini didengarkan oleh penggemar dari berbagai negara, mulai dari Jepang, Australia, Thailand, Inggris, hingga Amerika Serikat.
Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa musik mampu melampaui batas bahasa. Pendengar mungkin tidak memahami liriknya, tetapi tetap dapat merasakan emosi yang disampaikan melalui lagu.
Selain memperluas pasar musik Indonesia, Spotify juga mencatat dominasi karya musisi lokal di dalam negeri. Pada 2023, sekitar 80% lagu yang masuk dalam Spotify Indonesia Daily Top 50 berasal dari musisi Indonesia. Bahkan pada pekan lalu, seluruh posisi 10 besar tangga lagu tersebut diisi oleh lagu-lagu karya anak bangsa.
Cara Royalti Musik Dibayarkan
Dalam laporan Loud & Clear, Spotify kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi industri musik. Perusahaan menyebut sekitar 70% pendapatannya dari iklan dan langganan premium dikembalikan kepada para pemegang hak cipta.
Pada 2023, Spotify membayarkan lebih dari US$ 11 miliar atau setara Rp 167,8 triliun (rata-rata kurs pada 2023 Rp 15.255 per dolar AS) kepada industri musik global. Sementara total pembayaran selama lebih dari dua dekade telah mendekati US$ 70 miliar atau Rp 1.068 triliun.
Spotify juga meluruskan anggapan yang masih banyak beredar di kalangan masyarakat mengenai sistem pembayaran royalti musik digital. Platform streaming audio tersebut menegaskan bahwa mereka tidak membayarkan royalti secara langsung kepada musisi, melainkan kepada para pemegang hak cipta seperti label rekaman, distributor, penerbit musik, dan pihak lain sesuai perjanjian yang berlaku.
Gustav mengatakan mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem industri musik global yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Karena itu, Spotify ingin meningkatkan transparansi agar para pelaku industri maupun masyarakat memahami bagaimana ekonomi streaming bekerja.
"Royalti dibayarkan kepada label rekaman, distributor, penerbit musik, dan pemegang hak lainnya sesuai dengan perjanjian masing-masing. Yang dapat kami lakukan adalah membuat sistem tersebut semakin transparan," katanya.