Setelah Tirai Besi, Persaingan AI Cina - AS Lahirkan Tirai Silikon

ChatGPT, Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi perang AI AS - Cina
Penulis: Desy Setyowati
10/7/2026, 12.07 WIB

Dunia pernah mengenal istilah Tirai Besi atau Iron Curtain yang menggambarkan pembelahan antara blok Barat dan Timur selama Perang Dingin. Kini, persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Cina berpotensi melahirkan tembok pemisah baru yang disebut sebagai “tirai silikon” atau silicon curtain.

Cina tengah mempertimbangkan pembatasan akses luar negeri terhadap model-model kecerdasan buatan (AI) paling canggih yang dikembangkan perusahaan dalam negeri.

Langkah itu berpotensi mengubah strategi Cina yang selama ini mendorong pengembangan model AI terbuka dan murah, sekaligus memperdalam fragmentasi industri teknologi global antara Cina dan Amerika Serikat.

Reuters melaporkan, otoritas Cina dalam sebulan terakhir mengadakan pertemuan dengan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka untuk membahas kemungkinan pembatasan akses luar negeri terhadap model AI paling canggih buatan negara tersebut.

Informasi itu disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Menurut Reuters, diskusi masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan akhir mengenai penerapan pembatasan.

Pemerintah Cina disebut tengah mempertimbangkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan mewajibkan perusahaan memperoleh persetujuan sebelum merilis model AI paling canggih secara terbuka.

Opsi lain yang dibahas yakni membatasi akses perusahaan dan pengguna asing terhadap teknologi AI tertentu yang dianggap sensitif.

Langkah tersebut muncul ketika persaingan AI antara Cina dan Amerika Serikat semakin memanas. Kedua negara berlomba mengembangkan model AI, chip, pusat data, dan teknologi komputasi yang dibutuhkan untuk menguasai industri tersebut.

Dari Tirai Besi ke ‘Tirai Silikon’

Istilah Tirai silikon menggambarkan kemungkinan terbentuknya pemisah teknologi antara Cina dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.

Berbeda dengan Tirai Besi pada masa Perang Dingin yang menggambarkan pemisahan politik dan ideologi, “tirai silikon” merujuk pada fragmentasi teknologi dunia akibat pembatasan akses terhadap chip, model AI, dan teknologi strategis lainnya.

Reuters melaporkan, kemungkinan pembatasan dari Beijing muncul ketika Amerika Serikat juga semakin membatasi akses terhadap teknologi AI canggih.

Washington selama beberapa tahun terakhir telah menerapkan pembatasan ekspor cip AI dan peralatan pembuatan semikonduktor canggih ke Cina.

Persaingan tersebut kini berpotensi meluas dari perangkat keras berupa chip ke model AI.

Cina selama ini mengambil pendekatan berbeda dibandingkan sejumlah perusahaan AI Amerika Serikat. Banyak perusahaan teknologi Cina merilis model AI secara terbuka sehingga dapat digunakan dan dikembangkan oleh perusahaan serta peneliti di berbagai negara.

Strategi tersebut membuat model AI Cina semakin populer di pasar global.

Model AI Cina Semakin Populer

Menurut Reuters, model AI terbuka buatan Cina banyak digunakan oleh perusahaan dan peneliti di berbagai negara karena menawarkan kemampuan yang kompetitif dengan biaya lebih rendah.

Model-model tersebut bahkan semakin mendominasi sejumlah tolok ukur atau benchmark AI, terutama untuk kemampuan pemrograman dan agen AI.

Salah satu perusahaan yang menarik perhatian dunia yakni DeepSeek. Perusahaan AI asal Cina tersebut mengguncang industri teknologi setelah memperkenalkan model AI berkemampuan tinggi dengan biaya pengembangan dan penggunaan yang relatif lebih rendah.

Selain DeepSeek, perusahaan Cina lainnya seperti Z.ai, Alibaba, Moonshot AI, dan MiniMax semakin agresif mengembangkan model AI.

Reuters melaporkan, model GLM-5.2 buatan Z.ai menjadi salah satu contoh perkembangan pesat model AI terbuka asal Cina.

Popularitas model AI Cina menciptakan ketergantungan baru bagi sejumlah perusahaan teknologi di luar negara tersebut.

Oleh karena itu, pembatasan akses terhadap model AI Cina berpotensi memberikan dampak besar terhadap perusahaan rintisan atau startup di negara Barat yang telah mengandalkan teknologi tersebut.

Startup Barat Bisa Terpukul

Reuters melaporkan, sejumlah pakar memperingatkan pembatasan akses terhadap model AI Cina dapat memberikan pukulan besar bagi startup di negara Barat.

Banyak perusahaan rintisan menggunakan model AI Cina karena lebih murah dan memiliki kemampuan yang kompetitif dibandingkan model tertutup buatan perusahaan Amerika Serikat.

Jika akses terhadap teknologi tersebut dibatasi, startup dapat kehilangan alternatif murah untuk mengembangkan produk AI.

Kondisi tersebut juga berpotensi semakin memperkuat dominasi perusahaan teknologi besar Amerika Serikat yang memiliki sumber daya untuk mengembangkan model AI sendiri.

Di sisi lain, perusahaan teknologi Barat dinilai tertinggal dalam menyediakan alternatif model AI terbuka yang mampu bersaing dengan teknologi buatan Cina.

Reuters mencatat upaya OpenAI dalam menyediakan model terbuka belum mampu mengejar perkembangan sejumlah perusahaan Cina.

DeepSeek Kembangkan Cip AI Sendiri

Persaingan teknologi Cina dan Amerika Serikat juga semakin meluas ke industri semikonduktor.

Dalam laporan terpisah, Reuters menyebut DeepSeek tengah mengembangkan cip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan asing.

Cip tersebut ditujukan untuk proses inference, yakni tahap ketika model AI yang telah dilatih digunakan untuk menghasilkan jawaban atau menjalankan tugas.

Menurut tiga sumber yang mengetahui proyek tersebut, pengembangan cip DeepSeek masih berada pada tahap awal.

Perusahaan telah bekerja sama dengan perusahaan desain cip, manufaktur semikonduktor, dan produsen memori. DeepSeek juga merekrut insinyur desain cip.

Langkah tersebut dilakukan ketika Cina berupaya meningkatkan kemandirian teknologi akibat pembatasan ekspor cip canggih Amerika Serikat.

Selama ini, perusahaan AI Cina menghadapi keterbatasan akses terhadap cip canggih buatan Nvidia yang banyak digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan model AI.

DeepSeek semakin mengandalkan teknologi Huawei setelah Amerika Serikat memperketat pembatasan ekspor semikonduktor.

Dunia AI Terancam Terbelah

Kemungkinan Cina membatasi akses terhadap model AI paling canggih menunjukkan perubahan besar dalam persaingan teknologi global.

Selama beberapa tahun terakhir, persaingan Amerika Serikat dan Cina terutama berfokus pada cip dan peralatan pembuatan semikonduktor.

Namun, persaingan kini mulai merambah teknologi yang tidak kalah strategis, yakni model AI.

Jika Cina benar-benar membatasi akses terhadap model AI dan Amerika Serikat terus memperketat kontrol teknologi, industri AI global berpotensi semakin terfragmentasi menjadi dua ekosistem besar.

Di satu sisi terdapat perusahaan dan teknologi yang dikembangkan Amerika Serikat dan sekutunya. Di sisi lain, Cina terus membangun ekosistem AI, cip, dan infrastruktur teknologi sendiri.

Tirai Besi yang pernah membelah dunia berdasarkan ideologi memang telah lama berakhir. Namun, persaingan AI berpotensi menghadirkan pemisah baru yang tidak terbuat dari besi, melainkan cip, algoritma, dan model kecerdasan buatan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.