IPO Bach Multi Global Lengkapi Ekosistem Digital Grup Djarum
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 8 Juli. Di balik aksi korporasi ini, terdapat langkah strategis yang memperkuat portofolio bisnis digital Grup Djarum, menyusul rencana entitas terafiliasi keluarga Hartono untuk menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Keterkaitan Bach Multi Global dengan Grup Djarum bukan berasal dari pendirian perusahaan, melainkan melalui perubahan struktur kepemilikan yang telah disiapkan sebelum IPO.
Menurut prospektus, pada 7 Januari, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) dan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) menandatangani perjanjian opsi yang memberikan hak kepada GTP untuk meningkatkan kepemilikannya menjadi 51% setelah IPO.
Selanjutnya pada Maret, GTP menyatakan akan melaksanakan hak opsi itu dengan membeli sekitar 1,04 miliar saham milik BMSI melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI.
Apabila transaksi itu terealisasi, kepemilikan GTP meningkat menjadi 51%, sehingga menjadi pemegang saham pengendali Bach Multi Global, sedangkan kepemilikan BMSI turun menjadi sekitar 26,77%.
Berdasarkan struktur kepemilikan tersebut, ultimate beneficial owner Bach Multi Global melalui GTP adalah Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono, generasi ketiga keluarga Hartono yang merupakan pewaris Grup Djarum.
Bergerak di Infrastruktur Telekomunikasi
Bach Multi Global didirikan pada 2006 dengan bisnis awal penjualan generator set (genset) untuk memenuhi kebutuhan listrik sektor telekomunikasi.
Seiring berkembangnya industri, perusahaan memperluas usahanya melalui anak perusahaan PT Bach Multi Infrastruktur ke bidang konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Saat ini, perseroan memiliki dua lini usaha utama, yakni penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Berdasarkan profil perusahaan, layanan yang dijalankan mencakup pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan serat optik (fiber optic), pembangunan site telekomunikasi, penyediaan sistem kelistrikan, serta layanan operasi dan pemeliharaan jaringan.
Pada 2025, BACH membukukan pendapatan Rp 1,73 triliun, naik 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih melonjak 97,5% menjadi sekitar Rp 155 miliar sehingga margin laba bersih meningkat menjadi 9%, dari 6,3% pada 2024.
Pertumbuhan itu ditopang kenaikan penjualan genset yang melonjak lebih dari 93% secara tahunan. Sementara itu, bisnis penyewaan genset tumbuh lebih dari 1.200%. Segmen konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi juga tetap menjadi kontributor utama melalui kontrak jangka panjang yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).
Hingga saat ini, BACH mengelola lebih dari 40 ribu site telekomunikasi, mendistribusikan lebih dari 20 ribu unit genset, serta melayani lebih dari 200 pelanggan korporasi. Di antara pelanggannya yaitu Grup Protelindo, PLN Group, Bank Mandiri, BRI, Huawei dan Indosat Ooredoo Hutchison.
BACH Lengkapi Portofolio Digital Grup Djarum
Masuknya Bach Multi Global ke dalam kendali entitas yang terafiliasi dengan Grup Djarum memperluas eksposur grup tersebut di sektor digital, khususnya pada lapisan infrastruktur telekomunikasi.
Selama beberapa tahun terakhir, Grup Djarum melalui berbagai entitas telah mengembangkan portofolio di bidang ekonomi digital, mulai dari perdagangan elektronik melalui PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), layanan perjalanan digital melalui Tiket.com, hingga bisnis perangkat elektronik melalui Polytron.
Dengan Bach Multi Global, portofolio tersebut bertambah pada sisi infrastruktur, yakni pembangunan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi yang menjadi fondasi layanan digital. Hubungan ini didasarkan pada rencana perubahan pengendalian yang telah diungkap dalam prospektus IPO dan struktur kepemilikan yang dipublikasikan perusahaan.
Selain perubahan kepemilikan, keterkaitan Bach Multi Global dengan ekosistem Grup Djarum terlihat dari jajaran komisaris. Komisaris Utama Bach Multi Global dijabat Anita Anwar, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Direktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), serta Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk (DATA).
Bagi Grup Djarum, kehadiran Bach Multi Global menambah satu lagi perusahaan yang bergerak di sektor penunjang transformasi digital. Jika sebelumnya grup ini telah memiliki bisnis pada sisi perangkat, perdagangan digital, dan layanan digital, maka Bach Multi Global memperkuat portofolio tersebut melalui layanan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang menopang konektivitas digital.