Gerhana Matahari Total Terjadi Hari Ini, Bisa Dilihat dari Indonesia?

unsplash.com
Gerhana Matahari
Penulis: Desy Setyowati
12/8/2026, 08.55 WIB

Gerhana Matahari Total akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus. Fenomena astronomi ini akan membuat jutaan orang di sejumlah wilayah berkesempatan menyaksikan matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan. Apakah bisa dilihat dari Indonesia?

Gerhana Matahari Total dimulai pada pukul 15:34 GMT atau 22:34 WIB pada 12 Agustus 2026, ketika bulan mulai menutupi matahari. Oleh karena itu, warga Indonesia tidak bisa menyaksikannya, karena fenomena terjadi pada malam hari.

Ketika bulan mulai menutupi matahari, bayangan bulan kemudian bergerak melintasi permukaan Bumi dari kawasan Arktik menuju Eropa. Pada fase totalitas, bulan akan sepenuhnya menutupi matahari dan membuat siang berubah menjadi gelap selama sekitar dua menit di sepanjang jalur totalitas.

Dikutip dari Al Jazeera, jalur gerhana total akan melintasi Rusia utara, Greenland, Islandia, Spanyol, dan sebagian kecil Portugal. Sementara itu, gerhana sebagian akan terlihat di sejumlah wilayah Eropa, Afrika Barat Laut, Kanada, dan Amerika Serikat bagian utara.

Jam Berapa Gerhana Matahari Terjadi?

Waktu terjadinya gerhana berbeda-beda tergantung lokasi karena bayangan bulan bergerak melintasi permukaan Bumi dari Arktik menuju Eropa. Berikut tahapan gerhana matahari: jika dihitung dari waktu di Indonesia:

  • 15:34 GMT atau 22:34 WIB, 12 Agustus: Gerhana sebagian dimulai di lokasi pertama di Bumi.
  • 16:58 GMT atau 23:58 WIB, 12 Agustus: Gerhana matahari total dimulai di lokasi pertama.
  • 17:46 GMT atau 00:46 WIB, 13 Agustus: Gerhana mencapai puncaknya. Fase totalitas berlangsung sekitar dua menit 18 detik di dekat pusat jalurnya.
  • Sekitar 17:48 GMT atau 00:48 WIB, 13 Agustus: Gerhana mencapai puncaknya di Reykjavik, Islandia.
  • Sekitar 18:27 GMT atau 01:27 WIB, 13 Agustus: Gerhana total mencapai Spanyol.
  • 18:34 GMT atau 01:34 WIB, 13 Agustus: Fase gerhana total berakhir secara global.
  • 19:58 GMT atau 02:58 WIB, 13 Agustus: Gerhana sebagian berakhir di lokasi terakhir di Bumi.

Negara Mana Saja yang Akan Melihat Gerhana Matahari?

Jalur gerhana matahari total, yaitu ketika bulan mengorbit di depan matahari dan menghalangi seluruh permukaannya yang menghadap Bumi, akan melintasi Rusia utara, Greenland, dan Islandia, sebelum menyapu Spanyol dan sebagian kecil Portugal. Jalur ini akan membawa kegelapan hampir total bagi sekitar 15 juta orang.

Sebagian besar wilayah Eropa akan menyaksikan gerhana sebagian pada malam hari sekitar waktu matahari terbenam. Di Paris, sekitar 92% sinar matahari akan tertutup. Di London, cakupannya sekitar 91%, sedangkan di Berlin sekitar 85%.

Untuk sebagian besar kota di Eropa bagian timur, matahari akan terbenam sebelum gerhana mencapai titik maksimumnya. Akibatnya, bagian terdalam gerhana tidak akan pernah terlihat di langit.

Sementara itu, gerhana matahari sebagian akan terlihat di sebagian besar Eropa Barat, sebagian Afrika Barat Laut, sebagian besar Kanada, dan sebagian Amerika Serikat bagian utara.

Secara keseluruhan, sekitar 980 juta orang, atau hampir satu dari delapan orang di seluruh dunia, mungkin akan melihat matahari setidaknya sebagian tertutup, tergantung pada kondisi cuaca.

Di Kanada, kota St John's, Newfoundland, di timur laut, akan mengalami gerhana matahari dengan cakupan sekitar 53%. Cakupan ini turun menjadi 18% di Montreal dan 8% di Toronto.

Di Amerika Serikat, sebagian wilayah Alaska akan menyaksikan gerhana terdalam di negara tersebut. Sekitar 37% matahari akan tertutupi di Fairbanks dan 28% di Anchorage. Cakupan gerhana akan jauh lebih rendah di sejumlah wilayah Amerika Serikat lainnya, yakni sekitar 24% di Bangor, Maine, 9% di New York, dan hanya 3% di Detroit, Michigan.

Apa yang Terjadi saat Gerhana Matahari?

Gerhana matahari terjadi ketika bulan melewati antara Bumi dan matahari, sehingga untuk sementara menghalangi sebagian atau seluruh cahaya matahari. Saat gerhana matahari total, bulan sepenuhnya menutupi matahari bagi orang-orang yang berada di jalur totalitas.

Kondisi tersebut membuat langit menjadi gelap sesaat dan memperlihatkan atmosfer luar matahari yang dikenal sebagai korona. Saat gerhana matahari mencapai maksimum, fase totalitas akan berlangsung sekitar dua menit 18 detik. Durasi ini berbeda-beda tergantung lokasi pengamatan.

Cara Menyaksikan Gerhana Matahari dengan Aman

Meskipun gerhana matahari merupakan pemandangan yang menakjubkan, menatap langsung matahari dapat menyebabkan cedera mata serius. Selama sebagian besar fase gerhana, perlindungan mata yang tepat sangat penting.Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Kenakan kacamata gerhana bersertifikat atau gunakan alat pengamat matahari genggam yang aman.
  • Periksa kacamata gerhana untuk memastikan tidak ada goresan, sobekan, atau kerusakan sebelum menggunakannya.
  • Awasi anak-anak ketika menggunakan kacamata gerhana.
  • Saat fase totalitas berlangsung, pelindung mata hanya boleh dilepas ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari.
  • Kenakan kembali pelindung mata segera setelah matahari mulai muncul kembali.
  • Jangan lakukan hal berikut:
  • Jangan menggunakan kacamata hitam biasa, terlepas dari seberapa gelap kacamata tersebut. Kacamata hitam biasa tidak memberikan perlindungan yang cukup selama gerhana matahari total.
  • Jangan melihat matahari melalui kamera, teropong, atau teleskop tanpa filter matahari khusus.
  • Jangan menggunakan kacamata gerhana dengan kamera, teropong, atau teleskop tanpa filter. Sinar matahari yang terkonsentrasi dapat menembus filter dan menyebabkan kerusakan serius pada mata.

Manusia bisa melihat gerhana matahari tanpa kacamata saat periode totalitas yang singkat, ketika bulan sepenuhnya menutupi permukaan matahari yang terang. Pada saat itu, melihat matahari tanpa kacamata gerhana aman. Di luar fase totalitas, pelindung mata wajib digunakan sepanjang gerhana matahari.

Bagi masyarakat di wilayah yang tidak dapat menyaksikan gerhana secara langsung, Al Jazeera menyebut NASA akan menyiarkan langsung gerhana matahari pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 17:15 GMT atau 00:15 WIB pada 13 Agustus. Dengan demikian, warga Indonesia bisa ikut menyaksikan fenomena ini.

Kapan gerhana matahari total berikutnya?

Gerhana matahari total berikutnya akan terjadi pada 2 Agustus tahun depan. Gerhana ini akan melintasi Spanyol selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, dan Yaman. Al Jazeera juga mencantumkan data 10 gerhana berikutnya meruju pada data NASA, sebagai berikut:

TanggalJenisCakupanWaktu
22 Juli 2028Sebagian89%08:54:52
21 Mei 2031Sebagian60%15:55:56
13 Juli 2037Sebagian21%08:22:14
26 Desember 2038Sebagian64%06:12:12
20 April 2042Sebagian83%07:43:41
14 Oktober 2042Sebagian63%07:32:54
25 November 2049Sebagian92%13:11:07
23 September 2052Sebagian9%05:45:12
20 Maret 2053Sebagian83%15:25:19
12 September 2053Sebagian32%17:46:23

Sebagian wilayah Indonesia akan kembali dapat menyaksikan gerhana Matahari total pada 20 April 2042. Sebab, fenomena ini akan terjadi sekitar pukul 06:43 WIB dan berakhir sekitar 10:36 WITA. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.