Perusahaan AI asal Amerika Serikat, Plaud, bakal meluncurkan perangkat transkripsi multibahasa berbasis kecerdasan buatan di Indonesia. 

Head of APAC Marketing, Plaud, Megumi Yoshinaga mengatakan teknologi AI seharusnya tidak menggantikan penilaian manusia. Sebaliknya, AI dapat digunakan untuk mengurangi pekerjaan administratif seperti mencatat, mentranskripsi, dan membuat tindak lanjut sehingga profesional memiliki lebih banyak waktu untuk berkolaborasi dan mengambil keputusan

“Plaud Intelligence akan terus berkembang untuk mendukung para profesional dengan lebih baik dalam pekerjaan sehari-hari mereka, dengan kemampuan AI agentic terbaru yang rencananya akan diperkenalkan di Indonesia bulan depan,” katanya H dalam konferensi pers, Selasa (29/9).

Adapun produk yang ditawarkan berupa kemampuan transkripsi multibahasa dengan lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda. Plaud juga dirancang untuk menangani percakapan ketika pengguna berpindah bahasa dalam satu percakapan. Menurut Megumi, kondisi semacam ini cukup relevan di Indonesia, mengingat percakapan profesional dapat berlangsung dalam Bahasa Indonesia dan Inggris secara bergantian. 

Plaud menawarkan dua perangkat yang dirancang untuk merekam percakapan tanpa bergantung sepenuhnya pada smartphone. Salah satunya adalah Plaud Note Pro, perangkat berukuran seperti kartu kredit yang dirancang untuk merekam panggilan telepon maupun percakapan langsung. Sementara itu, Plaud NotePin S merupakan perangkat wearable yang dapat digunakan sebagai pin, klip, gelang, maupun kalung. Bentuk tersebut menyasar pekerjaan yang membutuhkan mobilitas tinggi, seperti wawancara, rapat, konsultasi, hingga pekerjaan lapangan.

Perusahaan menyebut perangkatnya dapat digunakan untuk merekam hingga sekitar 30 jam, sementara waktu standbydapat mencapai sekitar 60 hari. Plaud juga menekankan kemampuan perangkat untuk digunakan dalam kondisi tanpa koneksi internet. Hal ini, menurut perusahaan, dapat berguna untuk pekerjaan lapangan yang berlangsung selama beberapa hari dengan akses Wi-Fi atau internet yang terbatas.

 

Keamanan Data

 

Megumi mengatakan Plaud menerapkan kebijakan zero data training dan zero data retention. Perusahaan juga menyatakan rekaman dan catatan yang dibuat menggunakan perangkatnya dilindungi dengan enkripsi end-to-end. Menurut Plaud, perusahaan tidak memiliki akses terhadap isi data pengguna dan pengguna memiliki kendali untuk menghapus serta mengelola datanya.

Plaud juga menyatakan data pengguna di kawasan tertentu disimpan secara regional. Untuk pasar Asia Tenggara, perusahaan mengatakan data disimpan di kawasan tersebut dan tidak dipindahkan lintas wilayah.

Di sisi lain, Plaud mengingatkan pengguna untuk tetap memperoleh persetujuan dan mengikuti aturan atau hukum setempat sebelum merekam percakapan. Pesan tersebut juga ditampilkan ketika pengguna membuka aplikasi.

 Plaud memperluas distribusi produknya melalui kanal daring dan luring di Indonesia. Perusahaan menyebut perangkatnya telah tersedia di hampir 70 toko fisik melalui mitra ritel resmi, termasuk Urban Republic, Gramedia, dan iBox.

Penjualan daring tersedia melalui sejumlah platform e-commerce serta situs Plaud untuk kawasan Asia Tenggara. Untuk harga, Plaud Note Pro dibanderol Rp 3.499.000, sedangkan Plaud NotePin S dijual Rp 3.449.000.

Indonesia merupakan satu dari enam pasar prioritas Plaud di Asia Tenggara, bersama Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Perusahaan memperkirakan basis pengguna Plaud di Indonesia dapat melampaui 1 juta pada 2030. Secara global, Plaud juga menyebut telah meningkatkan annual recurring revenue (ARR) dari US$1 juta menjadi US$100 juta dalam dua tahun dan menargetkan penjualan global US$500 juta tahun ini.

Kehadiran Plaud juga berlangsung ketika penggunaan AI di kalangan pekerja Indonesia terus meningkat. Data PwC dalam Global Workforce Hopes and Fears 2025 menunjukkan 69% responden Indonesia telah menggunakan AI untuk bekerja.

Sementara Microsoft melalui Work Trend Index 2025 mencatat 88% pekerja Indonesia merasa tidak memiliki cukup waktu atau energi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Plaud melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan perangkat yang dapat mengurangi pekerjaan administratif dalam proses kerja terutama mencatat hasil rapat, melakukan transkripsi, merangkum wawancara, dan menyiapkan tindak lanjut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah