Indonesia Punya 204 Data Center, Terbanyak Keempat di Asia

ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/YU
Foto udara pembangunan pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/6/2026).
30/9/2026, 11.22 WIB

Indonesia tercatat memiliki 204 fasilitas data center pada September 2026, menjadikannya negara dengan jumlah pusat data terbanyak keempat di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Cina, India, dan Jepang.

Menurut DataCenterMap, Cina menempati posisi teratas dengan 376 fasilitas data center atau pusat data. India menyusul dengan 305 fasilitas, sedangkan Jepang memiliki 261 fasilitas.

Indonesia berada di urutan keempat dengan 204 fasilitas, sekaligus menjadi pasar data center terbesar di Asia Tenggara dalam daftar tersebut. 

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan 125 fasilitas, disusul Korea Selatan sebanyak 105 fasilitas. Adapun Amerika menempati posisi teratas dengan data center terbanyak di dunia sebanyak 4.767 fasilitas tercatat.

Dari sisi persebaran fasilitas pusat data di dalam negeri tersebar di 32 kota di Indonesia dan masih terkonsentrasi di Jakarta. Ibu kota tercatat memiliki 107 fasilitas, atau lebih dari separuh total pusat data nasional dalam daftar tersebut.

Batam menempati posisi kedua dengan 20 fasilitas, diikuti Surabaya sebanyak sembilan fasilitas. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Jakarta: 107
  2. Batam: 20
  3. Surabaya: 9
  4. Denpasar: 8
  5. Bandung: 7
  6. Bekasi: 6
  7. Makassar: 4
  8. Bogor: 4
  9. Pekanbaru: 3
  10. Yogyakarta: 3
  11. Medan: 3
  12. Palembang: 3
  13. Semarang: 2
  14. Bandar Lampung: 2
  15. Banjarmasin: 2
  16. Surakarta: 2
  17. Banda Aceh: 2
  18. Manado: 2
  19. Balikpapan: 2
  20. Jambi: 1
  21. Malang: 1
  22. Serang: 1
  23. Ambon: 1
  24. Cirebon: 1
  25. Jember: 1
  26. Kupang: 1
  27. Madiun: 1
  28. Manokwari: 1
  29. Mataram: 1
  30. Padang: 1
  31. Pontianak: 1
  32. Purwakarta: 1

Tantangan Infrastruktur di Negara Kepulauan

 Menurut DataCenterMap, pengembangan infrastruktur digital di Indonesia menghadapi tantangan geografis sebagai negara kepulauan. Indonesia memiliki sekitar 18.000 pulau, sehingga pembangunan jaringan telekomunikasi berbasis kabel tetap secara luas tidak mudah, terutama di wilayah yang berpenduduk jarang.

Dalam laporan industri telekomunikasi pada 2022, perluasan dan peningkatan jaringan serat optik serta jaringan seluler disebut terus berlangsung. Namun, kondisi geografis Indonesia membuat pemerataan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan upaya tersendiri.

“Di sisi lain, perkembangan layanan digital turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur yang menopang penyimpanan dan pemrosesan data. Data center menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut, termasuk untuk layanan komputasi awan, aplikasi digital, dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis internet,” kata peneliti DataCenterMap, dikutip Rabu (30/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah